BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa berdasarkan data gender Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenass) tahun 2020 bahwa Kabupaten Sintang berada pada posisi tertinggi kedua di Kalimantan Barat untuk perkawinan anak dibawah 19 tahun.
“Kabupaten Melawi tertinggi untuk usia kurang dari 19 tahun yang telah menikah yaitu 44,17 persen. Disusul Kabupaten Sintang 40,75 persen. Kemudian Kabupaten Ketapang 37,84 persen dan Kabupaten Sambas 29,66 persen,” beber Bupati Sintang
Hal itu disampaikan Jarot saat membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang Dampak Perkawinanan Anak pada aspek Pendidikan, Kesehatan Dan Kemiskinan di Hermes Sky Hotel My Home Lantai 4 pada Kamis 6 Oktober 2022.
Kegiatan dilaksanakan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang bekerjasama dengan USAID ERAT Wilayah Sintang. Turut hadir Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang Maryadi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sintang Hendrika, Sekretaris Dinas Kesehatan Sintang Ridwan Tony Pane serta banyak undangan lainnya.
Menurut Jarot, banyak hal yang memicu tingginya angka perwakinan anak tersebut. Seperti halnya faktor ekonomi, sosial, pendidikan dan juga budaya.
“Bahwa tingginya perkawinan anak diakibatkan himpitan ekonomi dan juga kultur yang merekomendasikan anak untuk menikah agar terhindar dari perbuatan zina,” tambah Jarot.
Jarot juga mengungkapkan, berdasarkan data gender Susenass tahun 2020, perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki untuk perkawinan anak di Kalimantan Barat. Perkawinan anak perempuan dibawah 19 tahun masih relatif tinggi yaitu sebesar 32,72 persen
“Angka ini menunjukan Kalimantan Barat tertinggi ketiga setelah Sulawesi Barat dan Bangka Belitung,” bebernya.
Dengan memperhatikan data-data tersebut, Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang bekerjasama dengan USAID ERAT Wilayah Sintang, merespon dampak isu perkawinan anak untuk merumuskan langkah konkrit dalam bersinergi. Digelarlah FGD bersama multi stakeholder forum di tingkat Kabupaten Sintang.





