SINTANG – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serawai, Kecamatan Serawai, Heri Kurniadi mengungkapkan jenis penyakit dominan menjelang akhir tahun di rumah sakit yang dipimpinnya.
“Menjelang akhir tahun, situasi di sana tergantung cuaca. Kalau musim kemarau kebanyakan mengeluhkan Ispa atau Infeksi Saluran Pernafasan. Sedangkan untuk saat ini, kasus yang agak naik adalah hipertensi, itu yang paling banyak. Yang bukan hipertensi biasanya penyakit stroke,” ungkap Heri.
Informasi itu disampaikan Heri Kurniadi ketika diwawancarai wartawan usai menerima mobil operasional RSUD Serawai yang diserahkan Bupati Sintang, Jarot Winarno, Kamis 24 Oktober 2024.
Terkait banjir yang sempat merendam Nanga Serawai beberapa waktu lalu, Heri Kurniadi menyebut bahwa sampai saat ini belum ada keluhan soal timbulnya penyakit dari masyarakat.
“Biasanya kalau banjir hanya satu hari saja, belum ada laporan mengenai penyakit. Tapi kalau musim banjir biasanya ada kendala dalam proses rujukan dari desa ke kecamatan. Jadi kesulitannya di situ. Jadi saat banjir kesulitan soal evakuasi pasien,” bebernya.
“Jadi untuk Puskesmas karena membawahi Puskemas Pembantu (Pustu) dan Pondok Bersalin Desa (Polindes), evakuasi saat banjir jadi masalah,” kata Heri Kurniadi lagi.
Seperti diketahui, RSUD Serawai dilaunching oleh Bupati Sintang Jarot Winarno pada Januari 2024 lalu. Sebelum menjadi RSUD tipe D, statusnya adalah Rumah Sakit Pratama Serawai.
Keberadaan RSUD Serawai ditujukan untuk melayani masyarakat dua kecamatan. Yakni Kecamatan Serawai dan Kecamatan Ambalau.





