BERITA-AKTUAL.COM – Wakil Ketua DPRD Sintang Heri Jambri menyampaikan banyak harapan dengan dibangunnya Pos Lintas Batas Negera (PLBN) di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu daerah perbatasan Kabupaten Sintang Malaysia. Salah satunya masyarakat perbatasan jangan sampai jadi penonton ketika PLBN operasional.
“Ketika daerah perbatasan dibangun, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana pemerintah Indonesia mempersiapkan ini menjadi peningkatan ekonomi. Jangan sampai saat dibuka border, tapi masyarakat di situ tetap tertinggal dan jadi penonton,” ujar Heri Jambri.
Sebagai warga perbatasan, kata Heri Jambri, pada dasarnya bukan bangunan yang megahnya diminta. Tapi bagaimana masyarakat sekitar perbatasan itu bisa sejahtera. Oleh karena itu, pembangunan fisik harus memperhatikan juga kesejahteraan masyarakat.
“Kalau masyarakat tidak sejahtera disatu sisi jalannya bagus, ngapain juga. Nah ini menurut saya perlu diperhatikan. Tapi dari Instruksi Presiden ini luar biasa ya, bahwa di situ melibatkan 26 lembaga dalam pembangunan perbatasan. Tentu yang dibangun itu kita berharap bukan semata-mata membangun infrastruktur. Tapi sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat perbatasan diperhatikan,” tegasnya lagi.
Berkaitan dengan progres pembangunan border, kata legislator Partai Hanura ini, saat ini lahan PLBN belum tergarap, masih hutan. Dan satu kendala juga bahwa di lokasi itu masih masuk kawasan hutan lindung.
“Memang dari pihak Kementerian Kehutanan hanya mengeluarkan spot-spot untuk pembangunan saja yang mereka putihkan,” ungkapnya.
“Dampaknya bagaimana masyarakat setempat mau berusaha dan bercocok tanam kalau hanya untuk bangunan PLBN saja yang diputihkan? Dan bagaimana legelitas masyarakat sekitar border yang hidupnya sehari hari sebagai petani kebun maupun pertanian tanah kering. Tentu mereka membuka hutan untuk lahan pertanian. Nah ini yang sebetulnya juga harus menjadi perhatian pemerintah,” tegas politisi dari daerah pemilihan Ketungau ini.







