SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang mengkaji kemungkinan penerapan kembali pembelajaran dari rumah (BDR) menyusul kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti wilayah tersebut. Langkah ini dipertimbangkan sebagai upaya mengantisipasi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny mengatakan, pemerintah daerah khawatir kondisi kabut asap yang semakin pekat dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama jika paparan asap terus berlangsung.
Sesuai arahan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, pemerintah daerah meminta Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memperhatikan perkembangan situasi, termasuk potensi peningkatan kasus ISPA serta dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar.
Ronny menegaskan, kemungkinan penerapan BDR masih dalam tahap pertimbangan. Pemerintah akan melihat perkembangan kondisi kabut asap dari hari ke hari sebelum menentukan langkah yang akan diambil.
“Kondisi hari ini memang kabut asap. Tadi siang juga, sesuai dengan arahan Pak Bupati, memang kita minta Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Kita khawatir dengan kondisi seperti ini kasus ISPA akan naik, sehingga apakah pembelajaran dari rumah itu perlu kita berlakukan atau tidak, nanti kita lihat kondisi per hari ini,” ujar Ronny.
Menurutnya, koordinasi dengan perangkat daerah terkait diperlukan untuk mempertimbangkan langkah yang tepat berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Hingga saat ini, penerapan kembali BDR di Kabupaten Sintang belum diputuskan. Pemerintah daerah masih memantau perkembangan kabut asap dan mempertimbangkan risiko kesehatan sebelum mengambil keputusan terkait kegiatan belajar mengajar.







