BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh mengatakan bahwa hingga saat ini stok Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk manusia masih mencukupi.
“Stok VAR, saat ini cukup. Kalau kurang, kita akan meminta pengiriman ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat,” kata Harysinto.
Ia mengatakan, stok VAR yang ada sudah distribusikan ke semua Puskesmas yang ada di Kabupaten Sintang. Jadi kalau masyarakat digigit anjing, segera datang ke Puskesmas untuk mendapat suntikan VAR yang dimaksud.
“Segera datang ke Puskesmas untuk disuntik VAR kalau kalau digigit anjing, tentunya setalah luka bekas gigitan dibersihkan dengan air mengalir, dicuci dengan sabun dan disikat,” sarannya.
Saat ini Sintang masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah mengirim surat kepada Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas di seluruh Kabupaten Sintang agar melakukan langkah antisipasi terhadap penularan penyakit rabies. Mengingat kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GPHR) di Kabupaten Sintang sudah ratusan kasus.
Akibat rabies, dua warga Sintang meninggal dunia dengan alamat di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sepauk dan Desa Mangat Baru Kecamatan Dedai Kabupaten Sintang.
“Dengan kejadian ini kami menghimbau kepada Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas untuk melakukan kewaspadaan di masyarakat untuk mengantisipasi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Sintang,” imbau Harysinto.
Bentuk kewaspadaan adalah dengan melakukan pertemuan dan koordinasi untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar waspada terhadap terhadap gigitan anjing, mangantisipasi keluar masuknya anjing di masyarakat dan luar wilayah, mewaspadai penularan rabies di masyarakat dengan mewaspadai anjing liar dan menyarankan untuk mengurung anjing dan melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaannya.





