SINTANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sintang menggelar rangkaian kegiatan bertema kepedulian lingkungan sebagai wujud penghormatan atas kecintaan Megawati terhadap bumi pertiwi.
Peringatan HUT tersebut tidak dirayakan secara seremonial semata, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata yang sejalan dengan gerakan ideologis “Merawat Pertiwi” yang selama ini digaungkan oleh Megawati Soekarnoputri. Gerakan ini menjadi instruksi ideologis bagi seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjaga keseimbangan ekologi, melestarikan alam, serta menanamkan kesadaran cinta tanah air melalui tindakan berkelanjutan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa Ibu Megawati secara konsisten mengajarkan filosofi hidup “Memayu Hayuning Bawana”, yakni menjaga keharmonisan dunia dengan merawat alam, melindungi hutan, menghemat sumber daya alam, serta menolak berbagai kebijakan yang berpotensi merusak lingkungan.
“Merawat bumi bukan hanya slogan, tapi tindakan nyata. Ibu Megawati mengajarkan kita untuk kembali pada kearifan lokal, memanfaatkan barang bekas untuk berkebun, menanam pohon, dan menjadikan alam sebagai warisan spiritual dan budaya bagi generasi mendatang,” ujar Yohanes Rumpak.

Sebagai bentuk implementasi nilai tersebut, DPC PDI Perjuangan Sintang melaksanakan kegiatan pertama berupa dukungan moral kepada para petugas kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Kota Sintang yang bersih dan sehat. Kader PDI Perjuangan turut mendorong kesadaran masyarakat agar sampah rumah tangga dan limbah usaha dikumpulkan di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) dan selanjutnya dikelola dengan baik hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dalam kesempatan itu, Yohanes Rumpak juga menyoroti kesejahteraan petugas kebersihan yang dinilai masih memprihatinkan.
“Kita berharap Pemerintah Daerah Sintang lebih memperhatikan kesejahteraan petugas kebersihan. Saat ini mereka hanya menerima sekitar Rp800 ribu per bulan, ini menurut kami tidak manusiawi,” tegasnya.

Kegiatan kedua dilanjutkan dengan pelepasan bibit ikan di Sungai Kapuas sebagai upaya pelestarian ekosistem sungai. Sungai Kapuas selama ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat Sintang, sehingga merawat sungai berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.
“Menabur bibit ikan ke sungai adalah bentuk memberi kepada alam. Kita tidak berharap balasan langsung, tetapi kita percaya alam akan kembali memberi kepada kita,” ujar Yohanes Rumpak menegaskan makna kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas usia ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri, yang dinilai konsisten menjadi Penjaga Konstitusi, Penjaga Pertiwi, dan Penjaga Ideologi bangsa.
Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Sintang menyampaikan pesan ideologis bahwa seluruh kader PDI Perjuangan dan masyarakat luas harus menjadi “Pandu Ibu Pertiwi”, yakni menjaga keseimbangan alam, berani melawan keserakahan, menolak kebijakan perusak lingkungan, serta menempatkan perawatan bumi sebagai tugas kebangsaan yang tidak bisa ditunda.







