SINTANG – Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pelindungan Tanaman Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Endang Gunawan mengatakan bahwa sudah lama tanaman karet warga mengalami serangan penyakit oleh jamur Pestalotiopsis, juga dikenal sebagai penyakit gugur daun.
Pestalotiopsis (PGDP) adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur pestalotiopsis yang merusak tanaman karet dan menyebabkan daun gugur sebelum waktunya, sehingga tanaman tampak meranggas. Penyebarannya lewat udara.
“Kejadiannya ini menyebar di tanaman karet warga seluruh Sintang. Bahkan kebun PTPN di Desa Nanga Jetak Kecamatan Dedai juga mengalami masalah jamur karet ini. Ada banyak karet mati dan tinggal ranting-ranting, kondisi ini bisa kita lihat kalau jalan ke sana,” ungkap Endang Gunawan pada berita-aktual.com, belum lama ini.
Untuk menangani penyakit gugur daun pada karet akibat jamur ini, Endang mengungkapkan bahwa pihaknya terkendala anggaran.
“Kendala kami dana kurang untuk pengendalian itu. sementara kejadiannya dalam bentuk yang luas dan massif. Sehingga dari segi pendanaan kami tidak bisa,” ungkapnya.
Meski demikian, Endang menyebut kalau pihaknya tetap menyerukan kepada petugas untuk melakulan pengendalian. “Tapi kalau ndak ada pestisidanya, tidak ada obat-obatannya, ya tidak bisa menangani masalah tersebut, ya kan,” katanya.
“Kemudian juga kita menunggu proyek-proyek dari pusat atau provinsi, tapi mereke sepertinya tidak memprioritaskan. Kita tidak tahu apa penyebabnya,” katanya.
Endang mengaku sangat menyayangkan sekali banyak kebun karet rusak akibar jamur. Apalagi Sintang pernah jadi primadona dan penghasil getah karet.
“Sekarang kalau ada kebun karet masih bertahan akibat serangan jamur, itu bukan karena dikendalikan. Tapi bertahan secara alami,” katanya.






