SINTANG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Kabupaten Sintang. Salah satu hambatan utama adalah persoalan pendanaan dan ketersediaan alat kesehatan.
Menurut Edy Harmaini, program CKG merupakan bagian dari prioritas nasional yang juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sintang.
“Sesuai arahan Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala saat kami menghadap langsung ke beliau, seluruh program yang berkaitan dengan program nasional menjadi prioritas pertama. Salah satunya adalah cek kesehatan gratis,” jelasnya.
Namun, di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala teknis, terutama terkait barang medis habis pakai (BMHP) dan reagen untuk pemeriksaan kesehatan. “Sebenarnya, persyaratan pelaksanaan CKG itu membutuhkan BMHP dan reagen untuk tes gula darah, tetapi hingga saat ini bantuan dari kementerian belum disalurkan. Informasinya baru akan turun akhir tahun,” bebernya.
Meski demikian, Edy mengapresiasi upaya Puskesmas yang tetap melaksanakan kegiatan ini secara mandiri. “Alhamdulillah, teman-teman Puskesmas memanfaatkan dana BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah untuk melaksanakan CKG. Ini bentuk kemandirian dan komitmen mereka terhadap program nasional,” kata Edy Harmaini.
Ia mengakui, pelaksanaan program ini masih “terseok-seok” karena keterbatasan anggaran. Namun, semangat tenaga kesehatan di lapangan untuk tetap menjangkau para pelajar menjadi bukti nyata komitmen Kabupaten Sintang dalam mendukung peningkatan kesehatan anak-anak sekolah.







