SINTANG – Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Yudha Prawiyanto, mengungkapkan permasalahan utama penanganan sampah di Kabupaten Sintang saat ini terletak pada keterbatasan sarana dan prasarana.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk serta meluasnya kawasan permukiman berdampak langsung terhadap meningkatnya volume sampah setiap hari. Sementara itu, fasilitas pendukung yang dimiliki pemerintah daerah dinilai belum memadai untuk mengimbangi peningkatan tersebut.
“Kami bermasalah tentunya terkait dengan sarana dan prasarana. Semakin berkembangnya penduduk dan meluasnya area pemukiman, ini berdampak pada volume sampah harian. Dengan fasilitas yang ada, kami betul-betul kewalahan dalam penanganan kebersihan,” ujarnya.
Saat ini, DLH Sintang memiliki 13 unit truk pengangkut sampah. Namun, tiga unit dalam kondisi rusak, sehingga hanya 10 unit yang bisa digunakan. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar empat unit yang dinilai dalam kondisi benar-benar layak operasional. Sisanya merupakan armada lama pengadaan tahun 2002 dan 2006 yang kondisinya sudah kurang baik karena terus digunakan mengangkut sampah.
“Kita tentu berharap ada pembaruan unit pengelolaan sampah, khususnya truk pengangkut,” katanya.
Selain armada angkut, keterbatasan alat berat juga menjadi kendala, terutama untuk penanganan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini hanya tersedia satu unit excavator di TPA yang masih dapat digunakan. Sementara untuk kebutuhan mendesak, DLH memiliki satu unit beko mobile yang bisa digerakkan sesuai kebutuhan.
Yudha menegaskan, penambahan truk dan alat berat seperti excavator sangat mendesak agar pengelolaan sampah, terutama di TPA, tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.







