Kusnadi Minta Pemerintah Segera Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Banjir di Sepauk–Tempunak

oleh
Anggota DPRD Sintang, Kusnadi.

SINTANG – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Sepauk dan Tempunak, Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Salah satu infrastruktur vital yang terdampak parah adalah jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sepauk–Tempunak, Kusnadi, meminta pemerintah daerah agar segera turun tangan membantu masyarakat terdampak sekaligus melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut.

Kusnadi yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan, kerusakan jembatan dan fasilitas umum lainnya sangat mengganggu aktivitas warga, terutama dalam menunjang perekonomian masyarakat serta akses anak-anak ke sekolah.

“Saya mohon kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, khususnya BPBD, untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir dan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir, terutama jembatan dan fasilitas lainnya,” ujar Kusnadi.

Menurutnya, terputusnya jembatan gantung berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Warga kesulitan beraktivitas, distribusi hasil pertanian terganggu, dan anak-anak harus menghadapi risiko keselamatan untuk bersekolah.

“Dampaknya sangat terasa. Aktivitas masyarakat terganggu, perekonomian melambat, dan anak-anak sekolah ikut terdampak karena akses yang terputus,” tambahnya.

Selain mendesak percepatan penanganan pascabencana, Kusnadi juga mengimbau masyarakat di wilayah Sepauk dan Tempunak agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi menimbulkan banjir susulan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat musim hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi, sehingga perlu mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” pungkasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sintang, tercatat sebanyak 12 jembatan mengalami kerusakan akibat banjir, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan putus. Jembatan yang mengalami kerusakan berat hingga terputus tersebut berada di sejumlah desa di Kecamatan Sepauk dan Tempunak.

Beberapa jembatan yang dilaporkan putus di antaranya jembatan penghubung semi komposit di Sungai Telangis, perbatasan RT 001 dan RT 002, Desa Riam Batu, Kecamatan Tempunak. Selain itu, jembatan gantung usaha tani di Desa Riam Batu, Kecamatan Tempunak, juga dilaporkan terputus.

Di Kecamatan Sepauk, jembatan kayu lapis KM 50 yang menghubungkan Desa Sinar Pekayau menuju Desa Bernayau, Nanga Pari, Temawang Bulai, dan Sungai Segak turut mengalami kerusakan dan dilaporkan terputus. Saat ini, jembatan tersebut sedang dalam proses pengerjaan oleh pihak PT DSN.

Kerusakan juga terjadi pada jembatan gantung Dusun Lepat, jembatan gantung Dusun Ngalong, jembatan akaes mobil Dusun Ngalong, serta jembatan kayu di Desa Temawang Bulai, Kecamatan Sepauk, yang seluruhnya dilaporkan terputus akibat banjir.

No More Posts Available.

No more pages to load.