SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan jalan lingkar Kelam, Luit dan Rentap (Klutap) guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sintang. Hal tersebut disampaikan saat meninjau ruas jalan lingkar di kawasan Kecamatan Kelam Permai, Kamis sore, 26 Februari 2026.
Peninjauan dilakukan bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum serta Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, untuk melihat langsung progres pembangunan ruas jalan yang dibiayai melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) di kawasan lingkar Bukit Kelam.
Lasarus menjelaskan, pembangunan jalan lingkar tersebut merupakan paket ketiga yang kini telah tersambung seluruhnya. Mulai dari Simpang Samak menuju Merpak, Merpak ke Sabang Laja, hingga Simpang Empat Ensaid Panjang yang kini telah terkoneksi dari Baning Panjang menuju Rumah Betang Ensaid dan tembus ke jalan nasional arah Putussibau.
“Jadi tahun ini sudah connect. Masyarakat Sintang yang ingin melihat Rumah Betang di Ensaid Panjang, termasuk wisatawan dari luar negeri maupun dalam negeri, sekarang jauh lebih mudah aksesnya,” ujar Lasarus.
Ia menambahkan, keberadaan Rumah Betang Ensaid Panjang yang dikenal dengan kerajinan tenun ikatnya yang ikonik dan mulai langka, menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang harus didukung dengan infrastruktur memadai.
Menurutnya, seluruh jalur lingkar mulai dari Simpang Samak, Sabang Laja, Simpang Ensaid, Baning Panjang hingga terhubung ke jalan nasional Putussibau telah diperbaiki secara menyeluruh melalui program IJD. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sintang juga berencana membuka akses dari Simpang Empat Ensaid menuju Lanjing dalam rangka menghidupkan kawasan wisata di sekitar Bukit Rentap.
“Pak Bupati punya mimpi, saya juga punya mimpi. Kita kolaborasi dengan pemda, kalau bisa lingkar Kelam, Luit dan Rentap ini semuanya kita kerjakan. Sehingga masyarakat Sintang punya tempat wisata yang memadai,” tegasnya.
Lasarus menyebut kawasan tersebut selalu dipadati pengunjung saat momentum Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Karena itu, ia bahkan mengusulkan agar jalan di kawasan Bukit Kelam ditingkatkan menjadi dua jalur atau empat lajur lengkap dengan median jalan.
“Karena ini kawasan wisata, saya usulkan dua jalur. Nanti kita hitung kebutuhan anggarannya. Kalau bisa direalisasikan, saya yakin ini akan menjadi tempat yang sangat nyaman, bukan hanya bagi masyarakat Sintang, tapi juga kabupaten lain yang ingin berkunjung ke Bukit Kelam,” ujarnya.
Ia berharap dukungan masyarakat agar rencana tersebut dapat berjalan lancar. Lasarus menyebut dirinya masih memiliki waktu efektif hingga 2029 untuk mengawal program tersebut. Namun, ia mengakui kepastian alokasi anggaran IJD 2026 masih menunggu finalisasi dari Bappenas dan Kementerian Keuangan.
“Mudah-mudahan selama masa jabatan saya dan Pak Bupati, Kelam, Luit dan Rentap bisa kita selesaikan. Sehingga Sintang punya destinasi wisata yang bisa dikunjungi banyak orang,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengatakan pembangunan jalan lingkar Kelam memang bertujuan mendukung akses transportasi masyarakat sekaligus mempermudah akses menuju destinasi wisata ikonik seperti Bukit Kelam dan Rumah Betang Ensaid Panjang.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Bala juga menyampaikan apresiasi kepada Lasarus selaku Ketua Komisi V DPR RI serta Balai Pelaksana Jalan Nasional Kalimantan Barat yang telah memberi perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di Sintang.
Ia menambahkan, selain jalan lingkar, sejumlah program strategis lain juga terus dikomunikasikan dengan pemerintah pusat, di antaranya rencana pembangunan Jembatan Melawi II serta penanganan kepadatan lalu lintas di kawasan Tugu Jam Sintang.
“Kita terus komunikasikan, terutama soal pembangunan Jembatan Melawi II dan kepadatan di Tugu Jam yang menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.





