MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Kasus serangan nyamuk Japanese Encephalitis (JE) di lingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah dipastikan belum ada. Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah melalui dinas terkait terus berupaya untuk mengantisipasi agar hal tersebut tak terjadi.
Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadinkes-PPKB) Kabupaten Mempawah, Jamiril, bahwa upaya dilakukannya untuk mengantisipasi kasus JE di masyarakat salah satunya dengan menggalakan imunisasi JE yang akan dilaksanakan nanti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada.
“Jadi penyakit JE ini sangat berbahaya dan dapat mengancam kehidupan manusia, makanya perlu langkah antisipasi dengan sebaik mungkin. Kita akan coba maksimalkan imunisasi JE di masyarakat,” ujarnya, kemarin.
Jamiril juga menjelaskan, penyakit JE yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk jenis Culex itu dapat menyerang otak, hingga berujung pada kematian apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
“Jadi, sasaran penyakit JE ini adalah otak. Kalau penanganannya keliru dan lambat maka korban serangan JE bisa meninggal dunia,” terangnya.
Terkait imuniasi JE, Jamiril mengatakan telah dilaksanakan launching sejak 26 September lalu. Dia berharap, masyarakat dapat berpartisipasi aktif mensukseskan imunisasi JE agar lebih aman dari ancaman penyakit tersebut.
“Intinya kita sedang menggencarkan imunisasi JE dengan sasaran anak sekolah dulu. Setelah selesai anak sekolah baru nantinya menyasar kelompok-kelompok umur di Posyandu-Posyandu. Tujuannya, supaya tidak ada kasus JE di Indonesia umumnya dan Kabupaten Mempawah khususnya,” katanya.
Namun yang pasti kata Jamiril, hingga saat ini memang belum ada kasus serangan nyamuk JE in di Kabupaten Mempawah. Tentu diharapkannya dengan upaya yang dilakukan, tidak ada kasus tersebut terjadi di masyarakat Kabupaten Mempawah. (dil)







