SINTANG – Kepala Desa Tanjung Ria Kecamatan Sepauk, Johansyah mengatakan bahwa desa yang dipimpinnya sudah cukup lama memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes tersebut terbentuk sekitar tahun 2020 silam.
“BUMDes Desa Tanjung Ria dinamai BUMDes Aji Melayu. BUMDes ini bergerak di bidang sewa kursi dan tenda,” kata Johansyah ketika ditemui berita-aktual.com di Desa Nanga Sepauk, ibukota Kecamatan Sepauk, belum lama ini.
Hingga saat ini, kata Johansyah, usaha BUMDes tersebut masih berjalan. Bahkan keberadaanya banyak sekali membantu masyarakat. Karena selain bisa disewa, juga untuk keperluan sosial.
“Masyarakat tentu terbantu dengan adanya fasilitas penyewaan kursi dari BUMDes Aji Melayu. Contohnya ketika ada warga desa yang meninggal dunia, kursi tersebut bisa digunakan tanpa dipungut biaya,” beber Johansyah.
Saat ini, kursi yang dimiliki BUMDes Aji Melayu Desa Tanjung Ria sekitar 200-an unit. Selain itu, ada juga tenda yang bisa disewa. Jumlahnya 6 gawang.
“Alhamdulillah, setiap ada acara pernikahan, pasti dipakai atau disewa. Kenapa kita sewa, selain untuk penghasilan BUMDes, dananya kita gunakan untuk pemeliharaan atau perawatan. Karena pada dasarnya semua barang bisa rusak, makanya perlu ada pemeliharaan. Nah untuk pemeliharaan itu perlu dana dan memanfaatkan hasil sewa itu,” jelasnya.
Johansyah mengklaim BUMDes Aji Melayu cukup baik. Bahkan bisa dikatakan sebagai BUMDes yang sehat. Apalagi di tengah banyaknya BUMDes yang mati suri. “Kalau kita ibaratkan dengan timbangan, BUMDes Aji Melayu ini ada mainnya lah,” kata Johansyah.





