SINTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus mengatakan bahwa bantuan dana untuk siswa melalui Program Indonesia Pintar langsung masuk ke rekening penerima, dalam hal ini peserta didik yang mendapatkan bantuan itu. Oleh karena itu, Yustinus berpesan agar sekolah selalu mengaktivasi rekening PIP siswa tersebut.
“Ketika dana PIP hendak dikirim ke rekening siswa, kepala sekolah (kepsek) harus mengaktivasi. Karena ketika rekening sudah diaktivasi, uang yang dikirim tetap masuk ke rekening. Lain halnya kalau rekening tidak diaktivasi, uangnya tidak bisa masuk, bahkan bisa ditarik kembali,” kata Yustinus ketika ditemui berita-aktual.com di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu.
Sebenarnya, kalau uang tersebut tidak diambil atau dibiarkan saja, tidak jadi masalah. Dengan catatan kepala sekolah atau operator sekolah sudah mengaktivasi rekening mereka. Jadi orang tua atau anaknya bisa mengambil kapan saja.
“Apalagi Sintang ini sangat luas. Contohnya ketika siswa dari Kecamatan Ambalau harus mengambil dana PIP ke Sintang sejumlah Rp 450 ribu, tentu tidak sebanding dengan biaya perjalanan yang harus dikeluarkan. Karena ongkos dari Ambalau ke Sintang jauh lebih tinggi dibanding jumlah dana PIP yang mereka terima. Kalau harus segera diambil, kan kasihan mereka. Dana PIP akan habis untuk biaya berangkat, sementara pulang tidak bisa,” katanya.
Makanya, kata Yustinus, dirinya selalu mengingatkan kepala sekolah maupun operator sekolah saat sosialisasi dalam berbagai pertemuan, ketika dana PIP cair jangan langsung mengambilnya.
“Ketika orang tua minta tolong diambilkan, mintalah surat keterangan. Dan kita harus membantu, jangan sampai ada pemotongan. Ini yang selalu kita ingatkan, bahkan sampai dibuat surat edaran,” ujarnya.






