SINTANG – Keinginan untuk menimba ilmu di negara dengan perkembangan teknologi yang maju menjadi alasan utama Alumni MAN 1 Sintang, Novalinda Nuraini, memilih melanjutkan pendidikan ke Tiongkok. Tekad tersebut akhirnya membawanya meraih beasiswa internasional untuk menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Mesin, Xuzhou College of Industrial Technology.
Beasiswa tersebut diberikan oleh PT Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG), perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang produksi alat berat, mesin konstruksi, pertambangan, dan pertanian.
Novalinda mengaku sejak lama memiliki cita-cita untuk kuliah di luar negeri. Kesempatan itu datang saat mengetahui adanya program beasiswa ke Tiongkok.
“Dari dulu saya memang ingin kuliah ke luar negeri. Kebetulan ada peluang beasiswa ke China, jadi saya coba. Saya memang cukup tertarik dengan China,” ujar Novalinda, Kamis (9/7/2026).
Ketertarikannya terhadap Tiongkok mulai tumbuh sejak duduk di bangku kelas XI MAN 1 Sintang. Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi di negara tersebut menjadi daya tarik tersendiri.
“Yang membuat saya tertarik karena perkembangan teknologinya sangat pesat. Apalagi di bidang teknologi, benar-benar maju sekali,” katanya.
Meski menyadari tantangan yang akan dihadapi, terutama harus tinggal jauh dari keluarga, Novalinda bertekad memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin.
“Pokoknya kalau sudah di sana saya harus benar-benar bisa. Ini langkah pertama menuju kesuksesan. Memang berat harus meninggalkan Indonesia dan berangkat sendirian, tetapi saya sudah menanamkan dalam diri sendiri bahwa saya harus berhasil. Minimal saya harus bisa menguasai bahasa Mandarin,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan proses seleksi beasiswa yang lebih banyak berfokus pada wawancara dibandingkan tes tertulis. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah alasan dirinya layak menerima beasiswa.
“Wawancaranya lebih banyak tentang mengenal diri sendiri. Saya menyampaikan bahwa saya orang yang cukup adaptif dan cepat menyesuaikan diri. Memang saya mengakui kadang kurang teliti, tetapi saya punya cara mengatasinya, yaitu selalu mengecek kembali pekerjaan saya dua kali,” jelasnya.
Novalinda merupakan putri sulung dari empat bersaudara pasangan Fahrul Armaini dan M. Melly. Sembari menunggu jadwal keberangkatan ke Tiongkok, lulusan MAN 1 Sintang tersebut bekerja paruh waktu di Kedai Kopi Litiam, Baning Kota, Kecamatan Sintang, sejak awal Juni 2026.
Keberhasilan Novalinda meraih beasiswa internasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Sintang untuk berani mengejar pendidikan hingga ke luar negeri dan memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang tersedia.







