Oknum Kades Mangkir Tugas, Tersangkut Hukum, dan Meninggal Dunia, Wabup Sintang Lantik 4 Kades PAW

oleh
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny memasang tanda kepangkatan pada kades PAW yang baru dilantik.

SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang melantik empat Kepala Desa (Kades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2025. Pelantikan dipimpin langsung Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny di Balai Praja, Rabu 4 Februari 20256.

Keempat kepala desa tersebut dilantik untuk menggantikan pejabat sebelumnya yang tidak dapat melanjutkan tugas karena berbagai alasan, mulai dari mangkir menjalankan kewajiban selama hampir satu tahun, tersangkut kasus hukum, hingga meninggal dunia.

Adapun empat kades PAW yang dilantik yakni Lecok sebagai Kepala Desa Tanjung Mawang, Kecamatan Sepauk; Rikhi Yakob sebagai Kepala Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu; Agustinus sebagai Kepala Desa Laman Raya, Kecamatan Sungai Tebelian; serta Yusnaini sebagai Kepala Desa Nanga Serawai, Kecamatan Serawai.

Florensius Ronny meminta agar para kepala desa yang baru dilantik dapat langsung bekerja tanpa menunda waktu. Menurutnya, setiap desa memiliki tantangan dan dinamika masing-masing yang membutuhkan kepemimpinan aktif dan responsif.

“Begitu dilantik, kami minta langsung gas bekerja. Banyak persoalan di desa yang harus segera ditangani, mulai dari penyusunan APBDes, koordinasi, penyesuaian program, dan tanggung jawab lainnya,” tegas Ronny.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola keuangan desa yang transparan dan bertanggung jawab. Ronny menekankan bahwa dana APBDes merupakan hak masyarakat desa dan tidak boleh disalahartikan sebagai uang pribadi.

“Saya ingatkan soal penggunaan dana APBDes. Itu hak masyarakat, bukan dikelola untuk kepentingan pribadi. Ini penting supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Bupati Sintang juga mendorong agar pemerintah desa kembali mengaktifkan budaya gotong royong di tengah masyarakat. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah dan desa yang terbatas serta situasi global yang penuh tantangan, banyak persoalan kecil di desa yang bisa diselesaikan secara bersama-sama.

“Masalah-masalah seperti kebersihan lingkungan, sampah, dan hal sederhana lainnya bisa diselesaikan dengan gotong royong. Ini bukan hal sulit, tapi perlu kemauan dan kepemimpinan di desa,” katanya.

Ronny menambahkan, penguatan kembali budaya gotong royong tidak hanya berdampak pada penyelesaian masalah, tetapi juga mempererat silaturahmi dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Dengan gotong royong, hubungan sosial di masyarakat menjadi lebih akur, lebih akrab, dan desa bisa menjadi lebih sehat, baik secara lingkungan maupun sosial,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.