BERITA-AKTUAL.COM – Lebih dari dua tahun semua negara di dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Pandemi ini membuat sebagian besar anggaran pembangunan termasuk di bidang infrastruktur kesehatan terdampak. Karena anggaran yang ada sebagian nesar dialihkan untuk penanganan pandemi. Mulai dari perawatan pasien Covid-19, vaksinasi hingga banyak program-program lainnya.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, H Rahmat Aseng mengakui bahwa pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi pembangunan infrastruktur kesehatan di Bumi Senentang.
“Pembangunan fisik di Dinas Kesehatan sangat terpengaruh oleh dampak pandemi. Bahkan bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga banyak kegiatan lain di Dinas Kesehatan. Sebab, jika sebelumnya anggaran yang dialokasikan untuk semua program-program supaya merata, pada akhirnya dana tersebut ditarik untuk pendanaan atau penanganan Covid-19,” ungkap H Rahmat Aseng saat ditemui berita-aktual.com di Dinkes Sintang, Rabu 16 November 2022.
Ia kemudian mencontohkan pembangunan-pembangunan yang tidak bisa dilakukan karena anggaran dialihkan untuk penangan Covid-19 selama kurang lebih dua tahun terakhir ini. Salah satunya perbaikan faskes yang kondisinya memperihatinkan.
“Seperti kita tahu bersama, di lapangan banyak sekali fasilitas kesehatan (faskes) seperti Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun Pondok Bersalin Desa (Polindes) atau faskes-faskes yang lain banyak yang mengalami kerusakan. Namun karena ketiadaan dana kita, sehingga kondisi faskes tersebut tidak bisa diperbaiki. Akhirnya tenaga kesehatan (nakes) kita baik itu bidan maupun perawat terpaksa melakukan pelayanan di tempat yang bisa dikatakan hampir tidak layak tersebut,” jelasnya.





