SINTANG – Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-XIII Kabupaten Sintang terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan pesta budaya tahunan masyarakat Dayak yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Rumah Betang Tampun Juah.
Rapat tersebut membahas pemantapan struktur kepanitiaan, program kerja masing-masing seksi, hingga kesiapan menyambut tamu dari Miri, Sarawak, Malaysia.
Ketua Panitia PGD ke-XIII Kabupaten Sintang, Toni, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan Gawai Dayak tahun ini berjalan lancar dan lebih sukses dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, panitia juga tengah mempersiapkan penyambutan sekitar 50 tamu dari Miri, Sarawak yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Rapat ini untuk memastikan seluruh panitia memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kami juga menyiapkan penyambutan tamu dari Miri, Sarawak. Harapannya seluruh panitia tetap kompak seperti tahun lalu sehingga pelaksanaan Gawai Dayak tahun ini bisa lebih sukses lagi,” ujar Toni.
Pekan Gawai Dayak ke-XIII Kabupaten Sintang tahun 2026 mengusung tema “Merawat Tradisi, Mempererat Persaudaraan untuk Dayak Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat Dayak untuk terus melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Salah satu agenda yang paling dinantikan masyarakat, yakni lomba tangkap babi, dipastikan kembali digelar tahun ini. Menurut panitia, perlombaan tersebut memiliki daya tarik tersendiri dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang datang menyaksikan.
“Lomba menangkap babi kembali kami laksanakan tahun ini mengingat antusiasme masyarakat untuk menyaksikannya secara langsung. Tahun lalu kegiatan ini tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu persiapan,” ungkap Toni.
Selain lomba tangkap babi, berbagai perlombaan dan atraksi budaya lainnya juga akan memeriahkan rangkaian kegiatan PGD ke-XIII. Di antaranya lomba lagu daerah, lomba kuliner khas Dayak, lomba tari Dayak, lomba melukis perisai, lomba menyumpit, lomba sastra lisan, lomba menumbuk dan menampik padi, pangkak gasing, pencak silat, festival busana Dayak kategori anak, serta Festival Bujang dan Dara Gawai Dayak.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, panitia berharap Pekan Gawai Dayak tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan antarwarga, memperkuat identitas budaya Dayak, serta memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada generasi muda dan para tamu dari luar daerah maupun mancanegara.







