SINTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Yustinus menegaskan bahwa inti dari rangkaian kegiatan dalam rangka Pekan Museum Kapuas Raya adalah menanamkan nilai-nilai tradisi budaya kepada generasi muda.
“Kegiatan ini dilakukan agar generasi muda tidak lupa, tidak hilang, dan selalu ingat dengan nilai-nilai tradisi budaya yang ada di Kabupaten Sintang. Sehingga bisa mengaktualisasikan nilai-nilai tradisi budaya tersebut serta mempertahankan kearifan lokal yang ada di Kabupaten Sintang,” harap Yustinus saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pekan Museum Kapuas Raya Sintang, Jumat 11 Oktober 2024.
Jangan sampai, sambung Yustinus, tradisi dan budaya lokal hilang. Kita bisa melihat di luar negeri, akhirnya ada suku dan budaya yang punah begitu saja.
“Nah agar tidak punah, kami di Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang berupaya membiasakan anak-anak muda pelajar mulai dari PAUD agar mengenal budaya lokal. Kita ajak mereka melihat tradisi budaya serta silsilah masyarakat Kabupaten Sintang di Museum Kapuas Raya ini,” bebernya.
“Kemudian setiap minggunya, biasanya ratusan siswa siswi bahkan mahasiswa dan masyarakat hadir di Musem Kapuas Raya,” ujarnya.
Kedepan, Museum Kapuas Raya ingin meniru seperti di Pulau Jawa. Di sana, museum bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Untuk merealisasikan ini kita akan membuat suatu kegiatan dan menata lagi museum agar masyarakat tertarik berkunjung. Sehingga masyarakat bisa melihat tradisi budaya yang ada di Kabupaten Sintang dengan datang ke museum,” katanya.
“Ini harapan kita semua. Sehingga museum tak hanya menyuguhkan semua informasi tentang budaya, tetapi juga mendatangkan PAD untuk Kabupaten Sintang seperti daerah lain,” harapnya.





