Pembelajaran Coding dan AI Diterapkan, Disdikbud Sintang Andalkan Guru Muda

oleh

SINTANG – Mulai tahun ajaran baru 2025-2026, pemerintah pusat memutuskan bahwa pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan masuk diajarkan kepada siswa SD hingga SMA.

Menyikapi kebijakan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdibud) Kabupaten Sintang Yustinus mengatakan bahwa pihaknya akan mengandalkan guru-guru muda untuk menyampaikan pembelajaran coding dan AI tersebut.

“Ketika kebijakan sudah diputuskan, mau tidak mau kita harus melaksanakan. Untuk pelaksanaanya, kita mengandalkan guru-guru muda yang ada,” ungkap Yustinus ketika ditemui berita-aktual.com di Kantor Disdikbud Sintang, belum lama ini.

Ia mengatakan, kalau melihat persentase guru di Kabupaten Sintang, yang berusia muda jumlahnya sekitar 30-40 persen. “Inilah guru-guru yang siap ketika pembelajaran coding dan AI diterapkan, ya kan,” kata Yustinus.

Mengapa mengandalkan guru muda, kata Yustinus, karena usia guru-guru di Kabupaten Sintang yang di atas 40 tahun, 45 tahun sampai 50 tahun ke atas, kemauan untuk meningkatkan kemampuan belajar atau kemampuan meningkatkan kompetensi sudah banyak yang lemah.

“Nah, ini jadi tantangan bagi dinas pendidikan bagaimana memberikan dorongan dan motovasi pada guru-guru. Ayo kita harus mau tidak mau belajar kembali. Kita harus mengubah diri kita,” katanya.

Meski guru di bawah 40 tahun hanya sekitar 30 persen, Yustinus berharap mereka bisa memotivasi guru-guru yang sudah tua agar mau belajar. Bisa juga juga membantu mendampingi guru tua yang sudah lemah dalam belajar dan pembelajaran agar semangat lagi.

“Jadi itu yang kita harapkan, berbagi praktek yang baik sekarang, itulah istilahnya sekarang ya kan,” ujarnya.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang akan siap menjalankan kebijakan pemerintah pusat terkait sistem pembelajaran di semua level pendidikan mulai tahun ajaran baru 2025-2026 nanti.

Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menjelaskan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sudah memutuskan akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Coding, dan AI.

No More Posts Available.

No more pages to load.