MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Sebanyak 1.102 siswa dari 68 Sekolah Dasar (SD) negeri maupun swasta di Kabupaten Mempawah menerima bantuan sosoial berupa seragam sekolah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah.
Bantuan seragam sekolah itu langsung diserahkan oleh Bupati Mempawah, Erlina secara simbolis ke beberapa murid pada saat acara Gema Bina Bangun Desa (GBBD) Kecamatan Mempawah Timur, di Halaman SDN 15 Mempawah Timur, Selasa (10/10).
Selain seragam sekolah, dalam kesempatan itu Bupati Erlina juga menyerahkan bantuan lainnya, diantaranya penyaluran puluhan ton pangan berupa beras untuk masyarakat di Kecamatan Mempawah Timur, penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk RT/RW dan pekerja rentan di Desa Pasir Panjang, Desa Parit Banjar dan Desa Sungai Bakau Kecil.
Dalam sambutannya, Bupati Erlina menjelaskan, GBBD merupakan merupakan bagian dari upaya pelaksanaan Nawa Cita Presiden Joko Widodo khususnya pada poin ketiga yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa dalam kerangka negara kesatuan.
“GBBD sekaligus sarana pertemuan bagi Kepala Daerah dengan masyarakat desa. Tujuannya, mendekatkan para pemimpin di Kabupaten Mempawah dengan masyarakat desa, serta memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat desa,” terangnya.
Disamping mempererat silaturahmi, timpal Bupati, GBBD menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat guna mengetahui secara langsung apa yang masih menjadi permasalahan di desa.
“Setelah kita mengetahui masalahnya, kemudian akan kita carikan solusinya bersama-sama atau kita programkan dalam rencana pembangunan daerah. Makanya, kami berharap pelayanan lansung dan bantuan ini benar-benar bisa dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat desa,” harapnya.
Bupati Erlina juga menekankan, melalui program GBBD tersebut tidak ada lagi kesenjangan antara pejabat dan masyarakat desa di Kabupaten Mempawah. Sebab, masyarakat desa sudah saling kenal dan dapat bicara langsung kepada para pejabat daerah.
“Dan kita bisa akomodir untuk programkan apa saja yang memang masyarakat perlukan untuk diprogramkan dilingkungannya,” akunya.
Bupati Erlina juga menjelaskan, bahwa ada empat kunci sukses dalam membangun desa. Yakni, adanya transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
“Akuntabilitas tidak hanya diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dana, namun juga kepada seluruh masyarakat desa,” terangnya.
Dikatakannya, bahwa adanya komitmen peran serta masyarakat. Karena desa yang sukses terlihat dari peran aktif masyarakatnya. Lalu, masih dikatakan Bupati, kunci sukses lainnya adalah menyangkut kepemimpinan yang akan menentukan kesuksesan pengelolaan dana desa.
“Kunci sukses terakhir adalah keputusan atas aspek fokus penggunaan dana. Pada desa-desa yang sukses, mereka memutuskan dengan tepat kebutuhan penggunaan dana desa,” tutupnya. (dil)





