SINTANG – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Yustinus memberikan tanggapannya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program andalan Presiden RI Prabowo Subianto.
“Sebenarnya, kalau dibilang baik, ya tidak. Kalau dibilang tidak baik, ya baik,” kata Yustinus pada berita-aktual.com ketika ditemui di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Kamis 15 Mei 2025.
Ia mengatakan, sisi baik atau positif dari program MBG adalah pemenuhan gizi anak-anak.
“Khusus anak-anak yang kurang mampu, mungkin gizinya terpenuhi lah. Apalagi anak-anak yang tinggalnya jauh dari sekolah. Mungkin mereka berangkat tanpa sarapan. Dengan mendapatkan MBG, ketika mereka pulang kondisi fisiknya tetap kuat. Sehingga asupan gizi anak-anak kita kedepan semakin baik,” ujarnya.
Sementara sisi yang kurang pas, kata Yustinus, khusus di Kabupaten Sintang masih sangat membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
“Fasilitas pendidikan yang layak, itu sebenarnya yang penting. Namun ketika ada hal ini (program MBG), tentu kita harus mendukung. Paling tidak dengan program ini, asupan gizi dari anak-anak bisa terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, program MBG di Kabupaten Sintang hingga saat ini baru menyasar beberapa sekolah di Kecamatan Sungai Tebelian. Penerima manfaat dari MBG ini jumlahnya sekitar 1.400-an siswa.
Berkaitan dengan alat makan, Yustinus mengatakan bahwa keperluan itu disiapkan oleh penanggung jawab program MBG. “Selama ini, alat makan digasilitasi atau dipersiapkan oleh tim MBG,” ujarnya.






