Pengelolaan Dana COVID-19 Harus Transparan

oleh
Heri Jambri, Wakil Ketua II DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sintang menegaskan bahwa pengelolaan dana untuk penanganan COVID-19 harus dilakukan secara transpran.

“Menurut saya, tidak ada alasan untuk penyimpangan dana COVID-19. Kita sih berharap pemerintah terbuka dalam penanganan COVID-19. Dana berapapun yang disiapkan untuk penanganan COVID-19 mesti dipublikasikan kepada masyarakat,” tegas Heri Jambri.

Ia mengatakan anggaran penanganan COVID-19 perlu dibuka agar publik tahu. Karena, sejak Januari sampai Oktober bahkan November, tidak ada pembangunan fisik  yang dilaksanakan. Karena sebagian besar anggaran dialihkan untuk penanganan COVID-19.

“Sekarang ini yang ada hanya bantuan-bantuan langsung. Maupun kegiatan-kegiatan yang mengarah pada bantuan COVID-19. Saya pikir, ini sejarah Indonesia di mana selama satu tahun tidak ada pembangunan. Dan anggaran yang ada hanya dialokasikan pada pihak-pihak tertuntu. Contohnya, BLT yang diberikan pada orang tidak mampu,” ucapnya.

“Padahal kalau bicara korban COVID-19, bukan hanya orang miskin saja. Semua orang juga terdampak. Oleh karena itu, pemerintah harus bijak. Agar, dana COVID-19 lebih digunakan untuk stimulan pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Politisi Partai Hanura ini  kemudian mengungkapkan dampak tidak adanya pembangunan. “Tukang semen ndak kerja. Alat-alat bangunan ndak laku. Akhirnya kan secara global ekonomi lumpuh. Uang tidak ada perputaran,” jelasnya.

Selain transparansi soal anggaran, Heri Jambri juga meminta jumlah penderita COVID-19 diumumkan setiap hari beserta lokasinya. Agar masyarakat bisa selalu waspada. Baik itu dengan menjaga kesehatan maupun membatasi diri bergaul di luar rumah.

“Yang harus diingat, COVID-19 ini bukan kutukan. Ini musibah yang terjadi di seluruh dunia. Kita tidak harus malu. Lagipula, ndak ada orang yang mau sakit,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.