SINTANG — Populasi sapi potong di Kabupaten Sintang tercatat sebanyak 4.965 ekor. Selain itu, populasi ayam broiler mencapai 703.518 ekor, kambing 3.464 ekor, dan ayam petelur 78.132 ekor.
Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana, saat rapat bersama pengusaha telur, daging, dan sembako yang digelar Pemerintah Kabupaten Sintang pada Selasa, 3 Maret 2026, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang.
Eka menjelaskan, terdapat lima kecamatan yang menjadi sentra peternakan sapi di Kabupaten Sintang, yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Sepauk, Dedai, Binjai Hilir, dan Tempunak.
“Sapi yang siap potong saat ini ada 1.327 ekor. Untuk ayam petelur, jumlah kelompok peternak ada 19, namun baru empat kelompok yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB),” terang Eka.
Sementara itu, Pimpinan Keling Kumang Agro, Itoy Thomas Aquino, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini mengelola 16.000 ekor ayam petelur dengan produksi rata-rata 13.600 butir telur per hari atau sekitar 408.000 butir per bulan.
Ia juga mengungkapkan, pihaknya turut membina masyarakat yang ingin beternak ayam petelur. Saat ini, sebanyak 13.000 ekor ayam telah disebar di 21 desa di Kabupaten Sintang.
“Harga telur saat ini Rp2.100 per butir, tetapi kemungkinan akan naik karena harga pakan meningkat dan truk ekspedisi kesulitan mendapatkan solar,” jelas Itoy.
Di sektor sapi potong, pengusaha H. Ahmad Prayogo mengingatkan potensi berkurangnya populasi sapi lokal dalam beberapa tahun ke depan. Ia menyebutkan, sekitar 80 persen sapi yang dipotong saat ini merupakan sapi betina produktif yang seharusnya tidak disembelih.
“Analisa saya, dua atau tiga tahun ke depan sapi lokal Sintang bisa habis. Karena itu saya harus mendatangkan sapi dari Bali dan NTB dengan harga yang lebih tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Abun selaku agen daging beku mengatakan stok daging beku sempat kosong pada awal Ramadan, namun kini sudah kembali tersedia dan dipastikan cukup hingga Idul Fitri 2026 dengan harga Rp120.000 per kilogram.
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan, Helmi, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sengaja dilaksanakan lebih awal guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Dengan pertemuan ini, Pemkab Sintang bisa mengetahui secara langsung kondisi stok dan harga, serta permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Jika ada kendala, pemerintah dapat membantu dan mengambil kebijakan yang diperlukan. Target kita stok sembako dan daging cukup, serta harganya tetap stabil,” pungkas Helmi.







