SINTANG – Tak hanya kegiatan-kegiatan pemerintah daerah yang terdampak efisiensi, proyek pembangunan fisik di daerah perbatasan Kabupaten Sintang dengan Malaysia yang menggunakan dana pusat juga terkena imbas kebijakan itu.
“Untuk pembangunan di perbatasan, ada kegiatan-kegiatan dari dana pusat yang terdampak efisiensi,” ungkap Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Sintang, Zulkarnain ketika ditemui berita-aktual.com di kantornya, belum lama ini.
Contohnya, kata Zulkarnain, pembangunan jalan stategis nasional yakni ruas Balai Karangan – Sintang artinya dari Balai Karangan hingga Sungai Pisau. Dari ruas itu, ada titik jalan yang mengalamin kerusakan sepanjang 31 kilometer. “Untuk tahun ini, sebenarnya sudah dianggarkan di Kementerian Pekerjaan Umum cuma dibintang,” katanya.
“Pekerjaan itu merupakan kegiatan pusat, kenapa dibintang kita tidak tahu alasannya. Cuma kita pernah rapat zoom dengan PUPR, kegiatan ini salah satunya yang kenak bintang,” jelasnya.
Berapa jumlah anggaranya, Zulkarnain menyebut bilainya cukup siginifikan. “Kalau dana itu digunakan untuk perbaikan jalan rusak sepanjang 31 kilometer, Insha Allah bagus,” katanya.
“Karena jalan itu sudah ada semua. Kerusakan jalan itu diakibatkan beberapa gorong-gorong yang pecah. Jadi kalau 31 kilometer sudah diperbaiki, nanti enak sekali jalannya,” katanya.
Zulkarnain berharap dana yang ada tersebut tetap bisa dilaksanakan untuk melakukan kegiatan perbaikan jalan di perbatasan. Sehingga akses ke daerah perbatasan semakin lancar, yang ada akhirnya diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.





