SINTANG – Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sintang, Arbudin mengatakan bahwa revitalisasi pasar tradisional Binjai Hulu menggunakan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah.
“Nah kalau revitalisasi pasar Binjai ini menggunakan dana tugas pembantuan dari Kementerian Koperasi UKM,” kata Arbudin ketika ditemui wartawan di Kantor Disperindagkop UKM Sintang, beberapa waktu lalu.
Saat peletakan batu pertama, Bupati Sintang sempat mengarapkan ada penambahan anggaran.
“Untuk anggaran, tidak ada tambahan, hanya Rp 1,5 M dari kementerian. Untuk dana pendamping Rp 300 juta memang ada,” beber Arbudin.
Arbudin memastian dana pendamping tersebut sudah sesuai dengan aturan. “Karena dana Rp 1,5 M hanya untuk pembangunan, sementara untuk jasa lelang maupun koordinasi tidak ada, kemudian di situ tidak ada dana untuk pembukaan lahan, jadi harus dibantu dari pemda. Jadi anggaran Rp 200-300 juta sudah mepet sekali,” ungkapnya.
Dikatakan Arbudin, setelah revitalisasi pasar tradisional selesai, nantinya akan ada 13 kios.
“Namun lapak terbuka itu bisa banyak, semua tergantung jumlah pendaftar nanti, ini sifatnya loss. Kecuali kios yang sudah pasti jumlahnya, kalau los kan berbeda,” ungkapnya.
Ia berharap revitalisasi pasar tradisional Binjai Hulu selesai cepat waktu sesuai dengan kontrak yang sudah ditetapkan.
“Mudahan-mudahan pertengahan Desember nangi sudah selesai pekerjaannya. Saat ini lelangnya sudah, tinggal pelaksanaanya saja,” jelas Arbudin.





