SINTANG – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang melalui Iwan Purwanto belum lama ini menyampaikan bahwa Rumah Betang Ensaid Panjang menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling autentik di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Rumah Betang Ensaid Panjang berada di Dusun Rentap Selatan, Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai. Berbeda dari kebanyakan rumah adat yang hanya difungsikan sebagai objek kunjungan, Betang Ensaid Panjang hingga kini masih menjadi hunian komunal aktif. Sekitar 32 kepala keluarga Suku Dayak Desa tinggal dan menjalankan kehidupan sehari-hari di rumah panggung tradisional tersebut.
Salah satu daya tarik utama adalah proses pembuatan tenun ikat yang dapat disaksikan langsung oleh pengunjung. Para ibu menenun kain di selasar depan rumah atau ruai menggunakan alat tradisional. Pewarna yang digunakan pun berasal dari bahan alami seperti akar dan dedaunan hutan, menjadikan setiap lembar kain memiliki nilai budaya dan filosofi mendalam.
Wisatawan juga dapat berburu oleh-oleh khas berupa produk tenun ikat yang dijual langsung oleh pengrajinnya, mulai dari syal hingga kain Pua Kumbu berukuran besar.
Tak hanya itu, tersedia pula pengalaman live-in atau homestay. Pengunjung diperbolehkan menginap dan merasakan kehidupan masyarakat Dayak, mulai dari memasak di dapur tradisional hingga berinteraksi bersama warga di ruai.
Secara arsitektur, rumah betang ini memiliki panjang sekitar 118 meter dan tinggi 12 meter dari tanah, dengan deretan bilik yang mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang masih terjaga hingga kini.





