Sayangkan Karet Ditebang untuk Tanam Sawit

oleh

SINTANG – Seiring tingginya harga Tandan Buah Segar (TBS) saat ini, membuat animo masyarakat untuk menanam sawit cukup tinggi. Bahkan tak jarang ada yang mengubah kebun karet menjadi perkebunan kelapa sawit.

“Soal banyak orang menanam sawit tapi kebun karetnya ditebang, sebenarnya itu sebuah pilihan dari petani itu sendiri, ya kan,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Gunardi pada berita-aktual.com, belum lama ini.

Ia menegaskan, tidak ada larangan atau tidak ada satupun Undang Undang yang melarang bahwa harus menanam komoditi tertentu.

“Jadi kita diberikan sebuah kebebasan untuk menanam apapun. Bahkan Undang Undang sistem budidaya kita menyatakan bahwa tidak ada keterikatan terhadap itu,“ jelasnya.

Dikatakan Gunardi, yang membatasi ketika hendak berkebun sawit adalah jangan di lahan rawa, gambut dan kawasan hutan.

“Nah itu jak larangannya. Tapi kalau masuk dalam APL, ya pasti mereka akan berusaha untuk memperbaiki ekonomi masing-masing. Tapi ya sangat disayangkan sebenarnya kalau petani alih komoditi dari karet menjadi sawit,” sesalnya.

Tapi kalau punya lahan baru, Gunardi menyebut lebih baik karetnya dipertahankan. Kemudian lahan yang barunya itu digunakan untuk kelapa sawit. Atau kebun lada jangan ditebang, kalau ada lahan baru ya ditanam sawit, tentunya dengan tidak melanggar rambu-rambu yang ada.

“Jadi secara pribadi tidak ada paksaan orang harus menanam sawit. Atau menebang karet untuk ditanam sawit, itu pilihan mereka. Tapi sangat disayangkan. Tapi pemerintah harus mendorong karet harus bisa dikembangkan. Karena harga karet juga mulai membaik,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.