SINTANG – Setiap tahun, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang rutin melakukan pendataan petani sawit mandiri di Bumi Senentang. Pendataan tersebut dilakukan bersama lembaga mitra.
Kabid Pengembangan Perkebunan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Arif Setya Budi mengatakan bahwa jumlah petani sawit mandiri yang terdata lebih dari seribu orang.
“Untuk jumlah pasti petani mandiri, kami belum punya data. Tapi kami sudah melakukan pendataan bersama lembaga mitra. Yang sudah terdata sekitar 1.300-an. Hampir 1.400 orang yang sudah masuk data base kami,” kata Arif ketika ditemui berita-aktual.com, beberapa waktu lalu.
Petani sawit mandiri yang sudah terdata, kata Arif, belum semuanya dilakukan pemetaan. “Nah ini kita lagi melakukan pemetaan menggunakan Dana Bagi Hasil (DBH) sawit di 5 koperasi di Kabupaten Sintang,” bebernya.
Dikatakan Arif, yang dilakukan nanti selain pendataan, juga pemetaan hingga terbit Surat Tanda Daftar Budidaya (SDTB).
“Sebenarnya angka proyeksi petani mandiri luasannya sekitar 20 an hektar, sementara yang kita data baru sekitar 3.600-an hektar, jadi masih banyak yang belum kita data,” katanya.
“Kedepan akan kita kejar terus pendataanya, sedikit-sedikit kita tambah terus. Jadi setiap tahun Dinas mengejar pendataan terkait jumlah petani mandiri di Kabupaten Sintang. Pendataan itu juga bekerjasama dengan pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit, misalnya mendata petani yang menjual TBS ke pabrik mereka. Jadi nantinya wajibkan minta mereka untuk melakukan pendataan,” jelas Arif.





