Sekda Ismail Buka Simulasi Table Top Exercise Penanggulangan Penyakit Menular

oleh
Sekda Mempawah, Ismail saat menghadiri Simulasi Table Top Exercise Penanggulangan Potensi Wabah Penyakit Menular

MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Ismail mengatakan, Pelabuhan Terminal Kijing, di Kecamatan Sungai Kunyit yang telah diresmikan operasionalnya akan melayani berbagai aktivitas diantaranya peti kemas, multipurpose, dan curah untuk domestik dan internasional.

Hal tersebut disampaikan Sekda Ismail saat membuka Simulasi Table Top Exercise Penanggulangan Potensi Wabah Penyakit Menular mengantisipasi kejadian flu burung (H5N1) melalui Pelabuhan Terminal Kijing Mempawah, yang dilaksanakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pontianak, Selasa (17/10) di Mempawah Convention Center (MCC).

“Tentunya mobilitas global akan semakin meningkat, dan berdampak positif terhadap kemajuan perekonomian Kabupaten Mempawah. Namun, ada pula dampak negatif yang harus kita antisipasi yakni penyebaran penyakit melalui Pelabuhan Terminal Kijing,” ujarnya.

Menurut Sekda Ismail, pentingnya peranan instansi vertikal yang bertugas di entry point Pelabuhan Kijing untuk menangkal dan mengantisipasi penyebaran penyakit menular. Namun pencegahan tersebut tak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.

“Tidak bisa jika hanya mengandalkan pada satu instansi saja. Pencegahannya harus dilakukan bersama–sama antara Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi dan lintas program, lintas sektor yang didukung jajaran pemerintah daerah,” terangnya.

Sekda Ismail juga menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian instansi vertikal sebagai entry point Pelabuhan Terminal Kijing. Yakni lakukan pengawasan ketat terhadap seluruh faktor risiko yang dapat berpotensi wabah.

“Penting pula untuk meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektor termasuk dukungan jajaran pemerintah daerah dalam upaya pengawasan di Pelabuhan Kijing dan kesiapsiagaan penyebaran penyakit,” jelasnya.

Selain itu, Sekda Ismail menekankan untuk melakukan respons cepat dalam menangani adanya dugaan kasus (kasus suspek) dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan petugas dan masyarakat.

“Rencana kontijensi yang telah kita susun bersama pada Maret lalu dapat efektif jika terjadi kedaruratan kesehatan di masyarakat. Maka perlu wadah ujicoba melalui simulasi untuk menguji sejauh mana rencana operasional rencana penanggulangan yang telah tersusun dapat diaplikasikan dengan baik,” tutupnya. (dil)

No More Posts Available.

No more pages to load.