MEMPAWAH, BERITA-AKTUAL.COM – Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson memimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2024 Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (5/12). Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Mempawah, Ismail.
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari agenda penyerahan DIPA dan TKD yang dilakukan oleh Presiden kepada seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Provinsi pada 29 November 2023 lalu.
“Kegiatan ini sekaligus sebagai simbol dari dimulainya pelaksanaan APBN untuk Tahun Anggaran 2024 mendatang,” ujar Pj Gubernur Kalbar tersebut.
Dikatakan Harisson, DIPA K/L dan Daftar Alokasi TKD merupakan dokumen APBN yang sangat penting untuk menjadi acuan bagi para menteri, pimpinan lembaga, dan kepala daerah dalam melaksanakan berbagai program pembangunan secara kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Karenanya, penyerahan DIPA dan TKD ini sangat penting dalam rangka mendukung kinerja pemerintahan daerah, terutama merealisasikan program-program kerja strategis yang berkaitan dengan pelayanan publik,” terangnya.
Harisson juga mengatakan, transfer ke daerah lingkup Provinsi Kalimantan Barat untuk TA 2024 dialokasikan sebesar Rp 20,65 triliun yang disalurkan kepada 15 pemerintah daerah di Kalimantan Barat.
“Untuk rinciannya, Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp 1,23 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 12,67 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesr Rp 1,66 triliun, DAK non fisik Rp 3,13 triliun, hibah ke daerah sebesar Rp 1,72 miliar, Dana Desa (DD) mencapai Rp 1,88 triliun, dan Insentif Fiskal sebesar Rp76,12 miliar,” terangnya.
Harisson juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Barat agar memperhatikan belanja pemerintah. Dia minta agar belanja pemerintah bisa dikebut sehingga anggaran tidak berlama-lama berada di kas pemerintah.
“Pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,9 persen, sedangkan ekonomi di Kalimantan Barat hanya 4,27 persen. Maka, salah satu faktor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yakni belanja pemerintah.Saya minta agar belanja pemerintah bisa dikebut. Jangan biarkan anggaran berlama-lama mengendap di kas, harus cepat dibelanjakan dan mesti tepat sasaran,” pungkasnya. (dil)





