SINTANG – Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Tebidah menuju Serawai, Kabupaten Sintang, kembali menjadi sorotan. Hingga kini, akses tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga warga terpaksa memutar melalui Kabupaten Melawi untuk beraktivitas.
Permasalahan ini telah berlangsung cukup lama dan terus disuarakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, hingga kalangan legislatif. Mereka berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat segera memberikan perhatian serius terhadap perbaikan infrastruktur tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari daerah pemilihan Serawai–Ambalau, Rudy Andryas, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan, kerusakan jalan provinsi menuju Serawai telah menyebabkan warga harus mengambil jalur alternatif selama kurang lebih lima tahun.
“Warga sudah sekitar lima tahun memutar lewat Melawi. Saya juga sudah sering menyuarakan agar jalan menuju Serawai segera diperbaiki, baik melalui media maupun jalur resmi pemerintahan,” ujar Rudy, Sabtu 4 April 2026.
Rudy menjelaskan, upaya pengajuan perbaikan jalan sebenarnya telah beberapa kali dilakukan. Bahkan, saat Kabupaten Sintang dipimpin Bupati Jarot Winarno, dirinya sempat dua kali mendatangi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk menyampaikan langsung usulan tersebut.
Menurutnya, saat itu usulan sempat direspons dengan pengerjaan ruas jalan Tebidah–Bunyau. Namun hingga kini, pembangunan tersebut belum mencapai Bunyau, apalagi hingga ke Serawai.
“Proses pengajuan hingga penyampaian proposal sudah sangat sering kami lakukan. Tinggal aksi demonstrasi saja yang belum. Karena itu, kami berharap pemerintah provinsi segera memperbaiki jalan ini demi mendukung mobilitas masyarakat,” tegasnya.





