SINTANG – Kecamatan Sungai Tebelian kini menempati posisi ketiga sebagai penghasil cabai terbesar di Kabupaten Sintang. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang hingga Agustus 2025, total luas panen cabai di kecamatan tersebut telah mencapai 130 hektar dengan produksi yang cukup signifikan setiap musim tanam.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Syafarman, mengatakan bahwa salah satu kontributor utama produksi cabai di wilayah itu adalah Kelompok Tani Sumber Pedas yang berada di Desa Perembang.
“Ini data yang kami catat di Kabupaten Sintang. Salah satu penyumbang komoditas cabai berasal dari Kelompok Tani Sumber Pedas di Desa Perembang, Kecamatan Sungai Tebelian,” ungkap Syafarman.
Ia menjelaskan, dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sintang, Kayan Hilir menempati urutan pertama sebagai penghasil cabai terbesar, disusul oleh Kecamatan Tempunak di posisi kedua. Sementara itu, Kecamatan Sungai Tebelian menempati urutan ketiga dengan perkiraan produksi mencapai 779,1 ton cabai per tahun.
“Mudah-mudahan kontribusi dari Kelompok Tani Sumber Pedas ini bisa terus meningkat dan menjadi penyumbang penting bagi produksi cabai di Kabupaten Sintang,” harapnya.
Lebih lanjut, Syafarman menambahkan bahwa pengembangan kawasan hortikultura, termasuk tanaman cabai, di Kecamatan Sungai Tebelian juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Melalui APBD Provinsi, telah dialokasikan bantuan pengembangan lahan cabai seluas dua hektar untuk memperkuat potensi daerah tersebut sebagai sentra cabai di Kalimantan Barat.
“Dengan dukungan ini, kami berharap produktivitas petani cabai di Sungai Tebelian semakin meningkat dan bisa membantu menjaga pasokan cabai di Sintang maupun wilayah Kalimantan Barat secara keseluruhan,” pungkasnya.





