SINTANG – Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Syafarman menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong pengembangan tanaman cabe di wilayah Sintang.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan tanam cabe oleh Kelompok Tani Sumber Pedas di Desa Perembang, Kecamatan Sungai Tebelian, Senin 13 Oktober 2025.
Kegiatan tanam cabe tersebut dilakukan di atas lahan seluas dua hektar yang mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Barat. Bantuan ini telah diserahkan langsung kepada kelompok tani untuk dikelola secara mandiri.
“Kita berharap kegiatan tanam cabe ini dapat berjalan lancar dan berkelanjutan dengan dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya di hadapan Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut data Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang hingga Agustus 2025, luas panen cabe se-Kabupaten Sintang mencapai sekitar 130 hektar, dengan total perkiraan produksi untuk Kecamatan Sungai Teblian mencapai 779,1 ton. Angka tersebut menempatkan Sungai Tebelian sebagai sentra produksi cabe terbesar ketiga di Kabupaten Sintang, setelah Kecamatan Kayan Hilir dan Tempunak.
“Kelompok Tani Sumber Pedas ini menjadi salah satu penyumbang produksi cabe di Sungai Tebelian. Kita berharap kontribusinya dapat terus meningkat dan memberi dampak positif bagi perekonomian petani,” jelasnya.
Meski produksi cabe cukup tinggi, harga di tingkat petani saat ini masih menjadi tantangan. Berdasarkan pantauan dinas, harga jual cabe di tingkat petani berkisar Rp25.000 per kilogram, yang dinilai belum mampu menutupi biaya operasional.
“Kalau harga di atas Rp40.000 sampai Rp50.000, petani masih bisa untung. Tapi dengan harga Rp25.000, banyak yang mengaku masih tekor. Biaya operasional tanaman cabe ini memang cukup tinggi,” terangnya.
Untuk membantu petani, pemerintah daerah terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menetapkan kawasan hortikultura prioritas serta menyediakan dukungan pupuk subsidi bagi kelompok tani.
“Cabe termasuk komoditas yang bisa mendapatkan pupuk subsidi. Beberapa kelompok tani sudah menebus pupuk tersebut untuk mendukung produksi mereka,” katanya.
Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang berkomitmen menjadikan Sintang sebagai salah satu sentra utama penghasil cabe di Kalimantan Barat. Saat ini, sebagian pasokan cabe di Sintang masih didatangkan dari luar daerah. Oleh karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan produksi lokal melalui berbagai program pendampingan dan dukungan bagi petani.
“Kita ingin Sintang bisa memenuhi kebutuhan cabe dari produksi sendiri. Maka daerah-daerah yang memiliki potensi besar seperti Sungai Tebelian, Tempunak, dan Kayan Hilir akan terus kita dorong menjadi kawasan sentra cabe,” tegasnya.





