SINTANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sintang, Kurniawan mendorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengoptimalkan waktu tersisa untuk penyerapan anggaran.
“Saat ini kita tinggal punya waktu 49 hari. Jangka waktu 49 hari itu kita harus menyerap anggaran 43 persen deviasi dari sekarang. Kalau diuangkan, anggaran yang harus cair dalam waktu hampir dua bulan mencapai Rp 1 triliun,” ungkap Kurniawan.
Hal itu disampaikan Kurniawan saat rapat evaluasi penyerapan anggaran tahun 2024 di Pendopo Bupati Sintang, Kamis 24 Oktober 2024. Rapat evaluasi dipimpin Bupati Sintang Jarot Winarno.
Dengan adanya kondisi tersebut, Kurniawan meminta agar anggaran murni dipercepat pencairannya. “Untuk anggaran perubahan, kalau lelang sudah selesai, langsung dikerjakan,” pinta Kurniawan.
Dikesempatan itu, Kurniawan juga mewanti-wanti dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola Dana Alokasi Umum (DAU) earmark agar mendorong penyerapan anggaran mencapai 75 persen. Saat ini baru di bawah 70 persen.
“Kedua OPD itu yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang,” bebernya.
Kurniawan juga mengingatkan lagi soal Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
“Untuk DBH sawit ini, serapan angggaran di PU baru 30 persen lebih. Mohon maaf Pak Gunarndi, saya curiga penyerapannya ndak mampu 100 persen. Mungkin 50 persen saja terserap,” ujarnya.
Menyikapi anggaran yang tidak teserap, kata Kurniawan, pihaknya akan melihat mekanisme Silpa (Sisa Lebih Pembayaran Anggaran) dan dilanjutkan pada tahun mendatang.







