KAPUAS HULU – Tim Edukasi Karhutla Siswa Setukpa Lemdiklat Polri melaksanakan sosialisasi pencegahan dan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum Polsek Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (31/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Polsek Silat Hulu tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, pencegahan, serta dampak Karhutla terhadap kesehatan, lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Mabes TNI Mayor Sularso dan Kapten Sutami, Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian, Sekretaris Camat Silat Hulu Ab. Sofiansyah, S.Pd., Danramil 1206-17/Silat Hulu Serma Adias, Katim II Edukasi Penanganan Karhutla Ipda Suryadi dan Aipda Gombang.
Turut hadir Siswa Setukpa Rahmadi, Antonius Sutrisno dan Hotman H. Sigalingging, Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Andreas Tingkah, Kepala Puskesmas Silat Hulu Rohadi Hendrata, S.Kep., Ners, Kepala KUA Ismail, E.M., perwakilan PT PMS Rahmat, Tumenggung Seberuang Ensilat Mesi, Tumenggung Suang Ensilat Palis, para kepala desa se-Kecamatan Silat Hulu serta ketua adat se-Kecamatan Silat Hulu.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Edukasi Karhutla mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Tim juga menegaskan bahwa edukasi yang diberikan bukan bertujuan melarang masyarakat melakukan aktivitas pertanian maupun perladangan. Namun, masyarakat diingatkan agar kegiatan pembukaan lahan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, aturan yang berlaku serta kearifan lokal.
Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak serius yang dapat ditimbulkan Karhutla. Selain menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara, asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan masyarakat, salah satunya memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini dan menjadi tanggung jawab bersama.
Tim Edukasi Karhutla mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila pembakaran dilakukan untuk aktivitas tertentu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak berpotensi menjalar ke area lain.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau kebakaran hutan dan lahan. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan sehingga api tidak semakin meluas.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Edukasi Karhutla bersama Polsek Silat Hulu berharap kepedulian dan sinergi masyarakat dalam mencegah Karhutla semakin kuat.
Kapolsek Silat Hulu AKP Jaspian mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan demi kesehatan serta kesejahteraan bersama.
“Mari bersama-sama cegah kebakaran hutan dan lahan. Jaga hutan, jaga lingkungan, dan lindungi kesehatan untuk kesejahteraan kita bersama,” tutupnya.






