BERITA-AKTUAL.COM – Tak hanya mendorong dibentuknya panitia khusus (pansus) perkebunan kelapa sawit, sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang juga menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sintang. Padahal banyak sumber yang bisa diotimalkan untuk meningkatkan PAD.
“Kalau kita bicara PAD seperti dua mata pisau. Ketika mau keras untuk meningkatkan PAD, sementara yang kita keraskan adalah masysrakat. Itu yang membuat kita kesulitan,” kata Ronny ketika ditemui wartawan di rumah dinasnya pada Jum’at 20 Oktober 2023.
Ronny kemudian menyebut sejumlah potensi PAD yang bisa digarap optimal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Misalnya lahan parkir dan lain-lain. Sementara untuk hasil lain-lain misalnya pajak CPO setorannya masuk ke pemerintah pusat.
“Pajak CPO dan segala macam, seperti yang kita tahu bukan masuk ke PAD Kabupaten Sintang. Tapi masuk ke pemerintah pusat, nanti baru bagi hasil ke pemerintah daerah. Nah ini yang membuat PAD sepertinya sulit,” beber legislator yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Sintang ini.
Dikatakan Ronny, untuk PAD Sintang saat ini berkisar diangka Rp 160-170 M. Itupun sumbernya hanya dari parkir, galian C, pajak restoran dan hotel maupun kosan.
“Pajaknya kurang lebih hanya dari situ-situ saja, itu yang membuat PAD sepertinya minim. Karena memang PAD yang seperti kebun sawit dan lain-lain langsung ke pemerintah pusat, kita di pemerintah daerah hanya dapat bagi hasinya,” jelas Ronny.







