SINTANG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk penataan simpang dari kawasan Tugu Jam menuju eks Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.
Penataan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurai kemacetan di dalam Kota Sintang. Selain proyek itu, pemerintah pusat juga memastikan pembangunan duplikasi Jembatan Melawi yang dijadwalkan pada 2028.
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengungkapkan bahwa penataan simpang Tugu Jam menuju eks Bandara Susilo direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026.
“Penataan simpang dari Tugu Jam ke arah bandara, nanti bikin bundaran dulu di sana supaya kendaraan tidak numpuk di kepala jembatan. Itu sudah dianggarkan tahun ini Rp70 miliaran,” kata Lasarus.
Lasarus menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung kawasan eks Bandara Susilo bersama Kementerian PU dan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, pada Rabu (21/10/2026).
Menurut Lasarus, pembangunan bundaran menjadi bagian dari penataan arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di sekitar kepala jembatan. Diharapkan, penataan tersebut dapat memperlancar pergerakan kendaraan, terutama di kawasan yang menjadi salah satu titik lalu lintas penting di Kota Sintang.
Namun, anggaran sekitar Rp70 miliar tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan.
Lasarus menjelaskan, proses pembebasan lahan akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kawasan yang akan ditata melibatkan sejumlah bidang tanah dengan kepemilikan berbeda, termasuk milik TNI, Pemerintah Kabupaten Sintang, serta Kementerian Perhubungan.
“Pembebasan lahan sendiri nanti tergantung kondisi lapangan, karena di situ ada tanah TNI, ada tanah pemda juga di sebelahnya. Di ujung ada tanah pemda lagi, Kementerian Perhubungan ada di belakang, pemda juga, sama tanah TNI di ujung,” jelasnya.
Ia berharap proses pembebasan lahan tidak mengalami hambatan sehingga pekerjaan fisik penataan simpang dapat segera dilaksanakan.
“Mudah-mudahan pembebasan lahannya tidak ada hambatan sehingga fisiknya cepat bisa dikerjakan,” ujarnya.







