Warga Baung Sengatap Ancam Tak Rayakan HUT RI, Bupati Ajak Tetap Kibarkan Merah Putih

oleh
Penyampaian aspirasi warga Baung Sengatap.

SINTANG – Kekecewaan warga Desa Baung Sengatap, Kecamatan Ketungau Hilir, terhadap kerja sama perkebunan dengan PT Satya Nusa Indah Perkasa (PT SNIP) memunculkan sikap protes yang cukup keras. Selain mendesak penghentian kerja sama dengan perusahaan, warga juga sempat menggulirkan rencana tidak merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan tidak mengibarkan bendera Merah Putih apabila tuntutan mereka tidak terealisasi.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara ratusan warga Desa Baung Sengatap dengan Pemerintah Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Selasa (4/8/2026).

Kepala Desa Baung Sengatap, Muryadi, menjelaskan bahwa wacana tersebut merupakan hasil kesepakatan masyarakat sebelum dilaksanakannya dialog dengan pemerintah daerah. Namun, setelah mendengar arahan Bupati Sintang, sikap tersebut akan kembali dipertimbangkan oleh masyarakat.

“Karena ini merupakan satu kesepakatan masyarakat kemarin, tetapi itu adalah sebuah kalimat ketika masyarakat belum masuk ke dalam ranah mediasi. Nah, apabila memang tadi Pak Bupati sudah memberikan arahan, maka ini menjadi sikap masyarakat yang akan dipertimbangkan,” kata Muryadi.

Menurutnya, kekecewaan warga muncul karena mereka merasa keberadaan investasi perkebunan yang telah masuk sejak 1998 belum memberikan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat sekitar.

“Tentu karena masyarakat merasa pembangunan dan kesejahteraan di bidang perkebunan ini tidak berkeadilan. Saya kira ini sebuah ungkapan masyarakat yang sangat kecewa dengan peraturan perkebunan yang ada di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat kebangsaan dan tidak mengaitkan persoalan sengketa dengan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan momentum untuk mensyukuri berbagai capaian bangsa, meskipun masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan.

“Harapan saya, karena literatur kita mengibarkan bendera, kita tahu sebagai bangsa banyak yang patut kita syukuri. Pelayanan publik bagaimana, terlepas dari ketidaksempurnaan, kita tidak usah hanya melihat perusahaan itu, tetapi lihat keberlangsungan bangsa ini. Kita aman seperti ini, itu adalah hal yang patut kita syukuri,” kata Gregorius.

Bupati menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya tetap mengingatkan seluruh masyarakat agar menjaga komitmen terhadap NKRI.

“Saya sebagai kepala daerah tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tegak lurus kepada NKRI,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.