SINTANG – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak yang sangat mudah menular, terutama pada anak-anak.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Tanjungpuri, dr. Andar Jimmy Pintabar, mengatakan bahwa campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pernapasan.
Menurut dr. Andar Jimmy, penularan campak dapat terjadi dengan sangat cepat melalui percikan air liur atau droplet ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus juga bisa menyebar melalui kontak langsung maupun menyentuh benda yang telah terkontaminasi virus dari penderita.
“Campak adalah penyakit yang sangat menular. Karena itu masyarakat harus waspada, terutama jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, dan muncul ruam di kulit,” ujar dr. Andar, Rabu 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa gejala campak biasanya diawali dengan demam yang meningkat secara bertahap hingga mencapai suhu 38 hingga 40,5 derajat Celsius. Selain itu, penderita juga dapat mengalami batuk pilek, mata merah dan berair, serta muncul bercak putih di dalam rongga mulut. Beberapa hari kemudian akan muncul ruam kemerahan yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Menurutnya, jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menimbulkan komplikasi, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah. Karena itu, masyarakat diminta segera membawa anak atau anggota keluarga yang menunjukkan gejala campak ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Apabila terdapat gejala campak, segera periksakan ke puskesmas atau rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat,” katanya.
Dr. Andar juga menekankan pentingnya pencegahan melalui imunisasi. Imunisasi MR (Measles Rubella) diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, serta saat anak duduk di kelas 1 SD atau sederajat. Selain itu, orang tua juga diimbau menjaga asupan gizi anak serta memastikan anak mendapatkan vitamin yang cukup.
“Imunisasi adalah langkah paling efektif untuk mencegah campak. Kami mengajak masyarakat untuk melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal,” pungkasnya.







