Wilayah Luas jadi Kendala Mobilisasi Alsintan

oleh

SINTANG – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan bahwa kebutuhan alsintan (alat dan mesin pertanian) di Bumi Senentang masih cukup besar. Sehingga belum semua petani bisa mengakses alsintan yang ada. Khususnya alsintan yang dikelola oleh brigade pangan.

“Apalagi ada brigade pangan yang cakupan wilayahnya masuk dalam beberapa kecamatan,” ungkap Martin Nandung ketika ditemui berita-aktual.com di ruang kerjanya belum lama ini.

Dengan luas wilayah dan kondisi infrastruktur Kabupaten Sintang yang cukup berat, kata Martin, tentu jadi kendala dalam melakukan mobilisasi alat. Misalnya alsintan ada di Tempunak, sementara yang ingin menggunakan adalah kelompok tani yang di Dedai.

“Jadi kami harus mobilisasi lagi alsintannya dari Tempunak ke Dedai dengan jarak yang cukup jauh dan kondisi infrastruknya yang rusak, sehingga perlu waktu dan biaya yang tinggi. Nah ini jadi kendala kita selama ini,” ungkap Martin.

Kondisi ini, ujar Martin, tentu akan jadi beban petani. Itu juga jadi persoalan Distanbun Kabupaten Sintang. Sehingga tidak semua petani yang masuk dalam kegiapan Optimasi Lahan (Oplah) tahun 2024, bisa memanfaatkan alsintan di brigade pangan.

“Selain memang jumlahnya terbatas, ditambah kendala mobilisasi alat dan biaya. Sehingga ketika pemerintah menetapkan percepatan luas tambah tanam, kita masih sering terkendala persiapan untuk olah lahan,” katanya.

Oleh karena itu, kedepan Martin sangat berharap semakin banyak bantuan alsintan yang dialokasikan untuk Kabupaten Sintang.

No More Posts Available.

No more pages to load.