SINTANG – Panitia Gawai Dayak Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan acara yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Rumah Betang Tampun Juah Sintang, Desa Jerora Satu, Kecamatan Sintang.
Pemantapan dilakukan melalui rapat ketiga panitia yang digelar di rumah Ketua Panitia, Toni, pada Senin (6/7/2026). Rapat tersebut dihadiri Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Jeffray Edward, bersama seluruh panitia dan koordinator bidang.
Ketua Panitia Gawai Dayak Sintang 2026, Toni, mengatakan progres persiapan hingga saat ini telah mencapai lebih dari 65 persen. Setelah rapat ketiga, panitia akan kembali menggelar pertemuan bersama panitia inti dan seluruh koordinator bidang sebelum mempresentasikan kesiapan pelaksanaan kepada pihak kepolisian.
“Persiapan panitia ini sudah rapat yang ketiga. Saya kira progresnya sudah di atas 65 persen. Setelah ini kita akan mengundang seluruh panitia inti bersama para koordinator, kemudian melakukan presentasi kepada pihak Polres,” ujarnya.
Menurut Toni, pengalaman menyelenggarakan Gawai Dayak pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting bagi panitia untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala. Selain itu, masing-masing bidang dinilai telah memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga koordinasi berjalan semakin baik.
Ia optimistis sinergi seluruh panitia akan mendukung pelaksanaan Gawai Dayak 2026 yang sukses, aman, dan lancar.
“Pengalaman tahun lalu membuat panitia sudah bisa melakukan mitigasi dan memahami apa yang menjadi tugas serta kewajiban masing-masing. Intinya Gawai Dayak 2026 ini harus sukses, aman, dan lancar sehingga bisa kita laksanakan sebaik-baiknya,” katanya.
Toni menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Gawai Dayak bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga seluruh tokoh masyarakat adat, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan, serta masyarakat Dayak.
Menurutnya, Gawai Dayak merupakan salah satu ikon budaya Kabupaten Sintang yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat Dayak kepada Tuhan atas berkat yang diterima. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk melestarikan adat, seni, dan budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Gawai Dayak adalah momentum untuk mensyukuri rahmat Tuhan sekaligus melestarikan adat dan budaya melalui berbagai penampilan seni dan tradisi yang wajib kita jaga bersama,” pungkasnya.






