SINTANG – Kecamatan Kayan Hulu yang memiliki 31 desa yang tersebar di jalur Sungai Kayan, Sungai Payak hingga Sungai Tebidah, saat ini sudah bisa diakses melalui jalur darat.
“Semua desa di Kecamatan Kayan Hulu sudah bisa diakses lewat jalur darat. Termasuk Desa Tanjung Miru yang merupakan desa terjauh di Kayan Hulu. Jadi semuanya sudah terbuka aksesnya,” kata Camat Kayan Hulu, Yudius ketika ditemui berita-aktual.com saat berada di Sintang beberapa waktu lalu.
Meski untuk akses jalan sudah bisa diakses, kata Yudius, yang jadi kendala adalah jembatan. “Seperti Desa Tanjung Miru yang jauh, kemudian Desa Nanga Tampang, kendalanya juga di jembatan,” ungkap Yudius.
Rencananya, kata Yudius, satu desa di Kecamatan Kayan Hulu yakni Desa Empakan, akses jalannya akan digarap tahun ini. Selama ini, perbaikan jalan mengandalkan Badan Usaha Bersama (BUMDesma) Lestari Kayan Hulu. Ada juga perbaikan oleh pemerintah daerah.
“Tahun ini, prioritas para kepala desa memang akan meningkatkan pembangunan jalan. Jadi pekerjaannya dilakukan secara berkelanjutan. Kalau sejak tiga atau dua tahun lalu membuka akses jalan, maka tahun ini memperbaiki,” sambungnya.
Meski jalan darat sudah bisa dilewati, jalur sungai masih dimanfaatkan oleh warga di perhuluan Kayan Hulu.
“Sepanjang jalan darat rusak, mereka masih menggunakan jalur sungai. Terutama untuk mengangkut sembako, mereka masih menggunakan jalur sungai,” katanya.





