ASN dan Kades Tersandung Hukum Warning untuk Semua

oleh
Santosa, Ketua Komisi A DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua Komisi A DPRD Sintang mengatakan bahwa dengan ditangkapnya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun kepala desa (kades) karena terkait dugaan tindak pidana korupsi, hendaknya jadi warning atau peringatan bagi semua pihak.

Bahwa pengelolaan dana pemerintah, baik itu proyek pembangunan maupun dana desa harus dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan. Jika itu dilanggar, tentu ada konsekuensi hukum yang harus ditanggung.

“Kajadian ini tentunya menjadi warning bagi semua desa dan juga kita di Pemerintah Kabupaten Sintang. Bahwa kita harus bekerja sesuai dengan relnya. Lurus-lurus saja lah, sesuai regulasi lah. Itu merupakan akibat jika kita bermain-main dengan anggaran yang dititipkan pemerintah pada kita,” kata Santosa.

Agar pengelolaan dana pemerintah dilaksanakan dengan baik dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat banyak, politisi PKB ini mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawasi. Pengawasan penting dilakukan demi mencegah terjadinya pelanggaran bahkan pelanggaran hukum.

“Jadi kepada masyarakat yang ada, imbauan kita sama-sama mengawasi lah. Kepada rekan-rekan yang ada di pemerintahan baik Pemkab Sintang maupun pemerintahan desa, kejadian ini hendaknya menjadi warning lah. Berhati-hatilah mengelola anggaran pemerintah. Hari ini mungkin mereka teledor atau khilaf.  Besok jika kita begitu juga, harus menghadapi proses hukum yang sama,” ucapnya.

Sebelumnya pada akhir bulan lalu, Kejaksaan Negeri Sintang menahan dua orang tersangka karena terkait kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana pekerjaan rehabilitasi jalan Baning – Sungai Ana Tahun 2017 yang diduga merugikan Negara sebesar Rp 302.000.000.

Dua tersangka yakni L merupakan pemenang lelang, sedangkan S merupakan oknum ASN di lingkungan Pemkab Sintang selaku pelaksana lapangan. Keduanya ditahan oleh Penuntut Umum di Lapas Kelas II B Sintang.

Tahun 2021, Kejaksaan Negeri Sintang juga memproses oknum Kepala Desa Totang Kecamatan Serawai  karena kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016 dan Dana Desa (DD) serta Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2017 Desa Tontang Kecamatan Serawai Kabupaten Sintang. Berdasarkan Perhitungan hasil audit BPKP Provinsi Kalimantan Barat Kerugian Uang Negara sebesar Rp 427.379.100.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.