Banjir di Jalan Paralel Perbatasan, Akses Transportasi Terputus

oleh

SINTANG – Tingginya curah hujan membuat Jalan Paralel Perbatasan di Desa Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu tergenang banjir, Rabu 28 Agustus 2024.

Banjir yang merendam Jalan Paralel Perbatasan tersebut terjadi beberapa titik, yang paling dalam berada di Dusun Gupung Desa Sepiluk. Kemudian, satu titik lagi berada di Pintas Keladan Desa Empunak Tapang Keladan, Kecamatan Ketungau Hulu.

Akibat banjir tersebut, mobilitas masyarakat terganggu, bahkan kendaraan roda empat tak bisa melintas sama sekali. Agar bisa melintas, pemotor terpaksa menggunakan jasa penyeberangan rakit yang dibuat warga.

Rido, driver yang membawa penumpang dari Senaning, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang menuju Pontianak, mengaku terpaksa harus menunggu banjir surut agar bisa melintas.

“Saya sudah beberapa hari ini menunggu banjir surut, bang. Bahkan sudah tiga hari ini sudah tidak mandi,” ungkapnya.

Khoirul, salah satu tukang sayur yang melintas mengaku sangat kesulitan membawa jualannya melewati banjir. “Terpaksa motor saya matikan, kemudian didorong melewati banjir yang cukup dalam,” katanya.

Menurutnya, jika ingin melintas menggunakan rakit, motor dibebankan biaya Rp 30 ribu. Jika mengangkut orang saja, biayanya Rp 10 ribu.

“Kalau masih bisa didorong melewati banjir, ya didorong dulu, ini juga dibantu teman-teman. Kalau banjirnya terlalu dalam, terpaksa menggunakan rakit,” jelasnya.

Dikatakan Khairul, banjir sudah terjadi dua hari terakhir. Kondisi ini tentu saja sangat mengganggu mobilitasnya, mengingat dirinya harus membawa sayur dari Balai Karangan ke perkebunan kelapa sawit di Ketungau Hulu melewati Jalan Paralel Perbatasan tersebut.

Elio, warga Desa Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu membenarkan bahwa banjir di Jalan Paralel Perbatasan sudah terjadi dua hari ini. Bersama warga lainnya, Elio membuat rakit kayu dengan memanfaatkan belasan jerigen sebagai pelampung.

“Dua hari ini kami menyebarangkan warga cukup banyak. Kami mulai sekitar jam 07.00 pagi, kadang sampai malam hari,” jelasnya.

 

 

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.