Banyak Petani Sawit Mandiri Belum Miliki STDB

oleh

SINTANG – Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Gunardi Sudarmono mengungkapkan bahwa jumlah petani sawit mandiri di Bumi Senentang sangat banyak. Namun banyak diantara mereka belum mengantongi STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya).

STDB sendiri selain sebagai bukti legal kepemilikan kebun sawit, juga untuk memudahkan akses bantuan pemerintah dan mendukung pengelolaan perkebunan berkelanjutan.

Gunardi mengatakan, jumlah petani sawit mandiri di Kabupaten Sintang yang sudah terdata oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang sekitar 180 pekebun saja.

“Jumlah 180 pekebun ini merupakan data tahun 2024. Kemungkinan data sekarang jumlahnya lebih besar dari sebelumnya. Oleh karena itu data-data pekebun sawit mandiri yang ada di lapangan perlu kita data kembali,” ujar Gunardi ketika ditemui berita-aktual.com, belum lama ini.

Menurut Gunardi, jumlah 180 pekebun sawit mandiri ini adalah data perkiraan. Mereka sudah memiliki STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya) yang sudah tersertifikasi.

“Mungkin masih banyak lagi pekebun-pekebun kita yang belum mendapatkan STDB tadi. Tergantung dari kita pemerintah untuk membina mereka agar mendapatkakan STDB yang dimaksud,” jelasnya.

Selain peran pemerintah yang melakukan pendataan petani sawit mandiri, kata Gunardi, perlu juga partisipasi atau kerelaan dari petani sawit mandiri untuk memberikan data kebunnya.

“Nah ini yang penting, jadi kerjasama antara pemerintah dengan pekebun kelapa sawit mandiri itu sangat penting untuk mendapatkan data yang valid. Data valid ini bisa digunakan untuk mengambil sebuah kebijakan,” pungkas Gunardi.

No More Posts Available.

No more pages to load.