BERITA-AKTUAL.COM – Ketua Komisi A DPRD Sintang, Santosa menegaskan bahwa siapapun figur yang bertarung menjadi calon kepala desa (Kades) harus siap menerima hasil Pilkades. Sebagai calon pemimpin, apapun hasilnya harus diterima dengan lapang dada.
“Ketika menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam Pilkades dan sudah mendaftar, kita harus punya jiwa kesatria. Tentu harus siap menang, siap kalah,” tegas Santo.
Menang maupun kalah, kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, haruslah dipahami sebagai konsekuensi dari sebuah pertarungan dalam pesta demokrasi. Termasuk juga dalam kontestasi di tingkat desa.
“Yang kalah di Pilkades bukan bearti tidak hebat. Calon yang menang juga jangan jumawa atau senang berlebihan. Karena jadi Kades merupakan amanah berat. Dan yang paling penting harus bisa melaksanakan janji-janji yang sudah disampaikan dalam kampanye. Serta berupaya untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan-pembangunan di desa,” kata Santo.
Dikatakan Santosa, meski kalah dalam kontestasi Pilkades, seseorang tetap bisa berkontribusi membangun desanya masing-masing. “Banyak yang bisa diperbuat untuk desa tanpa harus menjadi kepala desa. Membangun desa bisa berkolaborasi dengan siapapun sesuai dengan kemampuan masing-masing,” tegasnya.
Untuk calon yang menang dalam Pilkades, sambung Santosa, ingatlah tugas dan tanggung jawab sangat besar. Bahkan hukum bisa menjerat kades yang masih menjabat maupun tidak, apabila ditemukan pelanggaran dalam penyelanggaraan pengelolaan keuangan di tingkat desa.
“Oleh karena itu, pesan saya Kades yang terpilih dalam Pilkades nantinya, hendaklah bekerja dengan baik dan jujur. Jangan tergoda untuk melanggar hukum apalagi berniat menggunakan anggaran desa dengan tidak sesuai peruntukannya. Ingatlah, semua tindakan apalagi pejabat publik ada konsekuensi yang harus ditanggung. Di sinilah pentingnya integritas, amanah dan jujur tadi. Bekerja lurus-lurus saja lah, jangan macam-macam,” tegas Santosa.





