Cegah Rabies Perlu Partisipasi Masyarakat

oleh
Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny menanggapi munculnya kasus gigitan anjing rabies di Bumi Senentang. Ia meminta masyarakat ikut berperan mencagah kasus  rabies. Salah satunya dengan melakukan vaksin terhadap anjing masing-masing.

“Kita mengimbau seluruh masyarakat yang memelihara anjing agar bisa kooperatif untuk mengantarkan peliharaannya tersebut untuk divaksin. Ini penting sekali,” tegas Ronny usai menerima demo Aliansi Sopir Angkutan Sintang (ASAS) di gedung DPRD Sintang, 5 September 2022.

Kemudian, kata legislator Partai Nasdem ini, jika melihat anjing peliharaan tampak sakit segera diamankan. Atau dilaporkan ke pihak desa. Agar anjing tersebut ditangani untuk mencegah rabies. Apakah itu divaksin atau dibunuh.

“Jadi ada langkah-langkah yang harus dilakukan dan tidak boleh diabaikan masyarakat jika melihat anjingnya sakit. Untuk mencegah rabies ini, pemerintah tentu sangat berharap partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Ronny, saat ini, kasus rabies cukup membuat masyarakat resah. Ia juga menyampaikan duka citanya karena ada korban gigitan anjing diduga rabies yang meninggal dunia di Desa Mangat Baru, Kecamatan Dedai.

“Anak yang meninggal tersebut umurnya 11 tahun. Ia meninggal akibat didigit anjing rabies. Makanya kasus rabies ini bukan lagi jadi keluhan masyarakat, tapi sudah muncul korban. Makanya harus ada langkah-langkah konkrit lah untuk mencegahnya,” tegasnya.

“Dari pemerintah sendiri saya pikir sudah berupaya mencegah munculnya kasus rabies. Makanya kita minta kesadaran masyarakat yang memelihara anjing agar divaksin. Atau melaporkan kasus anjing sakit agar ditangani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh mengirim surat kepada Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas di seluruh Kabupaten Sintang agar melakukan langkah antisipasi terhadap penularan penyakit rabies. Surat yang dikirim pada Jumat, 2 September 2022 tersebut dibuat untuk menindaklanjuti laraporan kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GPHR) di Kabupaten Sintang.

Sinto mengatakan, sampai dengan Minggu Ke 35 atau bulan Agustus 2022, ada 165 kasus gigitan anjing dan 1 orang diantaranya terindikasi rabies dan meninggal dunia. Alamatnya di Desa Buluh Kuning Kecamatan Sepauk. Kemudian Jumat 2 September 2022 terdapat lagi laporan 1 kasus gigitan anjing yang mengalami gejala rabies dengan alamat Desa Mangat Baru Kecamatan Dedai.

“Dengan kejadian ini kami menghimbau kepada Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas untuk melakukan kewaspadaan di masyarakat untuk mengantisipasi terjads Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Sintang,” imbau Sinto.

Bentuk kewaspadaan adalah dengan melakukan pertemuan dan koordinasi untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar waspada terhadap terhadap gigitan anjing. Kemudian mangantisipasi keluar masuknya anjing di masyarakat dan luar wilayah. Selanjutnya mewaspadai penularan rabies di masyarakat dengan mewaspadai anjing liar dan menyarankan untuk mengurung anjing, melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaannya.

“Apabila terjadi gigitan anjing segera melakukan pencegahan dengan mencuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir. Dan segera datang ke pelayanan kesehatan Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan Vaksin Anti Rabies,” pesan Sinto.

No More Posts Available.

No more pages to load.