SINTANG – Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Sintang, Zulkarnain mengungkapkan dampak efisiensi di instansi yang dipimpinnya. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah kunjungan ke lapangan.
“Dampak dari efisiensi, jumlah kunjungan ke lapangan pasti terdampak dan mengalami pengurangan,” ungkap Zulkarnain ketika ditemui berita-aktual.com di Kantor BPP Kabupaten Sintang, belum lama ini.
Untuk operasional kantor, kata Zulkarnain, tidak ada masalah. Karena operasional kantor BPP Sintang tidak terlalu besar. Misalnya biaya listrik, masih bisa ditangani.
“Malah internet sekarang kami ndak bayar sendiri. Karena yang membayar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sintang. Jadi kebijakan Kominfo Sintang yang menanggung biaya internet semua OPD sangat membantu. Apalagi kalau dihitung-hitung biaya internet perlu Rp 300-400 ribu per bulan. Kalau dikalkulasukan dalam setahun, tentu jumlahnya lumayan besar,” katanya.
Dijelaskan, Zulkarnain, secara tugas dan fungsi BPP Sintang cuma dua. Pertama mengkordinasi pembangunan-pembangunan yang ada di perbatasan. Artinya mengkoordinasi OPD teknis yang ada kegiatan di perbatasan.
“Kedua, kami melakukan evaluasi monitoring kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di perbatasan. Baik itu yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun dari dana APBD Kabupaten Sintang.
Ketiga Melakukan kerjasama. “Tapi intinya cuma dua sebenarnya. Mengkoordinasi kegiatan-kegiatan di perbatasan dan emon (evaluasi monitoring),” jelasnya.
“Jadi terkait dengan efisiensi, ya memang terasa sebenarnya. Tapi tinggal mengurangi kegiatan. Misalnya volume kegiatan ke lapangan dalam setahun bisa 4 kali, sekarang volumennya menjadi dua kali,” pungkasnya.





