SINTANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Siti Musrikah, mengapresiasi pemanfaatan biomassa di PLTU Sintang sebagai bagian dari upaya mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sintang ke PLTU Sintang pada Rabu sore 18 Maret 2026.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Siti Musrikah bersama jajaran dan disambut Manajer Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Sintang, Bayu Putra Surya Perdana, beserta tim manajemen.
Dalam kesempatan itu, Siti Musrikah juga menyampaikan hasil peninjauan lapangan yang dilakukan pihaknya. Ia memastikan bahwa ketersediaan stok bahan bakar di PLTU Sintang dalam kondisi aman dan mencukupi untuk mendukung operasional menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Dari hasil peninjauan kami, ketersediaan stok bahan bakar di PLTU Sintang dalam kondisi aman dan cukup untuk mendukung operasional menjelang Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, dari sisi lingkungan juga terkelola dengan baik dan tidak ditemukan adanya penyimpangan,” ujarnya.
PLTU Sintang yang berlokasi di Jalan Nenak Pelabuhan, Kelurahan Kedabang, Kabupaten Sintang, memiliki kapasitas 3×7 megawatt dan menjadi salah satu penopang utama sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Barat bagian timur. Keberadaan pembangkit ini dinilai strategis dalam menjaga keandalan pasokan listrik, baik untuk masyarakat maupun sektor industri.
Selain itu, PLTU Sintang juga berperan dalam mendukung program elektrifikasi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak. Pemanfaatan biomassa secara optimal menjadikan pembangkit ini sebagai salah satu pionir transisi energi di Kalimantan Barat, sekaligus mendukung target nasional menuju Net Zero Emissions.
Dengan peran tersebut, PLTU Sintang diharapkan terus memperkuat sistem kelistrikan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di tingkat lokal.





